Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Terkaya Dunia Berharta Rp2.844 Triliun Ingin Redupkan Cahaya Matahari

Zikra Mulia Irawati , Jurnalis-Selasa, 07 Desember 2021 |20:05 WIB
Orang Terkaya Dunia Berharta Rp2.844 Triliun Ingin Redupkan Cahaya Matahari
Jeff Bezos (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos yakni Amazon dikabarkan tengah terlibat dalam proyek untuk meredupkan cahaya matahari. Amazon mengerahkan teknologi komputasi awan yang masih belum banyak digunakan untuk membuat pemodelan iklim abad ini.

Jeff Bezos merupakan orang terkaya nomor dua di dunia dengan kekayaan USD197,5 miliar atau setara Rp2.844 triliun (kurs Rp14.400 per USD).

“Model iklim membutuhkan banyak waktu CPU, dan mereka dapat diparalelkan secara besar-besaran. Mereka biasanya berjalan di ribuan inti komputer secara bersamaan. Masing-masing hanya membagi atmosfer menjadi berbagai bagian kecil yang berbeda," kata pakar iklim dari Cornell University, Douglas MacMartin, seperti dilansir Gizmodo, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Sumber Kekayaan Eddy Kusnadi, Pria Pemilik Harta Rp38,8 Triliun

"Tetapi dalam sistem Amazon, seperti yang saat ini disiapkan, tidak memiliki banyak inti yang tersedia dan hanya membutuhkan sedikit lebih banyak usaha. Ini adalah perangkat lunak yang cukup khusus. Dibutuhkan beberapa upaya untuk mencari tahu bagaimana membuatnya bekerja,” tambahnya.

Amazon juga bermitra dengan SilverLining, sebuah organisasi nirlaba yang mempelajari manajemen radiasi matahari. Organisasi ini dapat menawarkan cara baru untuk model iklim dengan melakukan komputasi di cloud sehingga pembuatan modelnya lebih mudah diakses oleh ilmuwan, pembuat kebijakan, dan warga negara.

Baca Juga: Miliarder Berharta Rp64,8 Triliun Beli 1 Kota Berpenghuni 21 Orang, untuk Apa?

Ide meredupkan cahaya matahari tersebut muncul lantaran keadaan iklim yang kian mengkhawatirkan, seperti peningkatan emisi karbon, mencairnya es di kutub, hingga ketidaknormalan suhu di beberapa belahan dunia. Namun, langkah ini akan menjadi pilihan terakhir jika upaya pengurangan bahan bakar fosil tak berhasil dilakukan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement