Share

Soal Pajak Karbon, Sri Mulyani: Bukan Saya Ngamuk Segala Dipajaki

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 14 Desember 2021 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 320 2517042 soal-pajak-karbon-sri-mulyani-bukan-saya-ngamuk-segala-dipajaki-qJFQu18LNz.jpg Menkeu Sri Mulyani ungkap alasan pajak karbon ditetapkan (Foto: Antara)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan reformasi di bidang perpajakan. Hal ini dilakukan karena backbone utama pendapatan APBN berasal dari penerimaan perpajakan.

Teranyar, salah satu yang akan ditetapkan adalah pajak karbon. Sri Mulyani menekankan aturan pajak karbon untuk menghadapi isu perubahan iklim atau climate change.

Baca Juga: Siap-Siap! Sri Mulyani Bakal Pungut Pajak dari Bos yang Dapat Fasilitas Jet Pribadi

"Pajak karbon bukan berarti, wah bu Sri Mulyani sedang ngamuk segala sesuatu CO2 dipajaki, tidak begitu. Karena DPR pasti mengupayakan agar kita tetap proper. Jadi DPR minta supaya pemerintah memiliki peta jalan, jadi kita membuatnya," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Kata dia, pajak karbon akan menjadi instrumen pelengkap dari carbon trading. Oleh karena itu melalui UU HPP ini ditetapkan tarif pajak karbon paling rendah Rp30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e) atau sekitar USD2 per ton CO2e.

Baca Juga: Pertamina Belum Bayar Pajak Bahan Bakar, Ahok: Tinggal Transfer

"Angka ini hampir sama dengan yang di Singapura, tapi kalau dibandingkan negara seperti Kanada yang sudah di USD45 atau bahkan mendekati USD75 dalam adjustment tahun ini. Ini sangat murah karbonnya dijual murah, maka kita mencoba membangun," bebernya.

Dia menambahkan koordinasi dengan para pembayar pajak dan dunia usaha terus diperbaiki dan ditingkatkan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pembayar pajak yang selama ini sudah patuh dan terus melakukan kewajibannya dalam situasi covid yang saya sangat paham memang sangat berat. Pemerintah mencoba terus memperhatikan kebutuhan Bapak dan Ibu sekalian. Ayo kita sama-sama memulihkan ekonomi Indonesia karena setiap uang pajak yang kita terima akan kembali lagi ke masyarakat dan ke dunia usaha,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini