JAKARTA - Nilai tukar (kurs) Rupiah pada perdagangan hari ini menguat 6 poin ke level Rp14.355. Hal itu karena sentimen varian Omicron dan kebijakan bank sentral beberapa negara.
"Karena investor mencerna kejutan kenaikan suku bunga dari Bank of England (BOE), dan Bank Sentral Eropa (ECB) mengadopsi sikap yang lebih hawkish," kata Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Jumat (17/12/2021).
Baca Juga: Gubernur BI Ungkap Biang Kerok Penyebab Rupiah Melemah
Selain itu, sentimen yang mempengaruhi adalah Bank sentral utama AS telah mengadopsi kebijakan yang berbeda karena ketidakpastian tentang dampak varian omicron Covid-19 pada pemulihan ekonomi tetap ada. Perdebatan tentang sejauh mana bank sentral harus bertindak untuk mengekang inflasi yang tinggi juga terus berlanjut.
Dalam sebuah langkah yang mengejutkan pasar, Bank of England (BOE) menaikkan suku bunga menjadi 0,25% ketika menurunkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis, menjadi bank sentral Kelompok 7 (G7) pertama yang menaikkan suku bunga sejak awal COVID-19.
Baca Juga: Omicron Masuk RI Bikin IHSG dan Rupiah Melemah? Ini Analisanya
Sementara itu ECB, dalam keputusan kebijakannya sendiri yang diturunkan pada hari yang sama dengan BOE, mengumumkan rencana pengurangan aset selama kuartal mendatang. Namun, bank sentral juga menekankan fleksibilitas kebijakan.
Di Asia Pasifik, Bank of Japan menurunkan keputusan kebijakannya pada hari sebelumnya, di mana mempertahankan suku bunga tidak berubah pada -0,10%. Ini mempertahankan nada dovishnya tetapi dapat mengurangi pendanaan darurat COVID-19.