Share

Harga Telur Naik Jadi Rp22.000 tapi Peternak Ayam Rugi, Kok Bisa?

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 17 Desember 2021 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 320 2518696 harga-telur-naik-jadi-rp22-000-tapi-peternak-ayam-rugi-kok-bisa-JjnF9AKG0P.jpg Harga Telur Naik (Foto: Okezone)

MALANG - Harga telur di Kota Malang menunjukkan tren kenaikan signifikan. Terpantau dalam dua pekan terakhir. Harga telur menyentuh angka Rp 20 - 22 ribu per kilogramnya, dari harga sebelumnya Rp 13 ribu.

Dani Uluf Suwanda, Karyawan Peternakan Ayam Petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kedungkandang, mengatakan, bersyukur bisa mendapat pemasukan lebih baik dari sebelumnya. Padahal sebelumnya, paling tidak harga telur sempat anjlok di kisaran Rp 10 ribu kilogramnya.

"Sekarang harga telur Rp200-Rp220 ribu per kotak. Satu kotak itu isinya sepuluh kilogram. Kenaikan ini masih baru terasa selama dua minggu terakhir," ucapnya, kepada okezone, pada Jumat siang (17/12/2021).

Baca Juga: Perbaiki Harga, Mendag Bakal Serap Telur Peternak untuk Bansos

Saat ini kendati telah merangkak naik harganya, ia menyebut masih belum menutup kerugian yang sempat dialaminya. Pasalnya beberapa waktu lalu, peternakan tempatnya bekerja mengalami kerugian cukup banyak.

Di mana dalam sehari ia mengalami kerugian mencapai Rp 1 juta, karena harga telur yang anjlok. Apalagi anjloknya harga telur ini bertahan hampir satu bulan lebih.

"Sekarang harga telur ayam memang sudah meningkat. Tetapi meskipun sudah naik, hasilnya masih untuk menutupi kerugian saat harga telur yang anjlok kemarin," tuturnya.

Baca Juga: Stabilkan Harga, Ribuan Ton Telur dari Peternak Akan Diserap BUMN Klaster Pangan

Kini keluhan Dani, juga timbul karena harga pakan ternak yang mahal. Harga jagung berkualitas bagus yang jadi makanan utama misalnya dijual Rp 5.500, untuk yang utuh dan Rp 5.700 untuk harga yang selep dalam kemasan satu kilogram.

"Normalnya harga jagung ada di kisaran Rp4.000-Rp5.000 per kilogram. Kalau sekarang masih harus mencari alternatif lain," bebernya.

Kini untuk menekan angka pengeluaran harga pakan, tempatnya bekerja tengah mencari alternatif lain bahan pakan ternak.Salah satunya adalah dengan membeli jagung yang sedikit masih basah. Hal itu dipilih karena harganya jauh lebih murah ketimbang jagung kering apalagi yang sudah diselep.

"Kalau yang agak basah harganya masih lebih terjangkau. Jadi secara operasional masih cukup," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini