Digitalisasi, Masyarakat Tak Lagi ke Bank! Tinggal Pakai Jempol Bisa Buka Rekening

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 18 Desember 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 320 2519000 digitalisasi-masyarakat-tak-lagi-ke-bank-tinggal-pakai-jempol-bisa-buka-rekening-Vy7RTzUM6o.jpg Forum Group Diskusi OJK. (Foto: Okezone.com/Dani)

PADANG - Masyarakat tidak lagi pergi ke bank untuk membuka rekening baru. Hanya menggunakan smartphone, kini masyarakat bisa melakukan berbagai akses di perbankan.

Fenomena ini merupakan perkembangan digitalisasi sektor jasa keuangan, salah satunya di perbankan.

Baca Juga: OJK Tetapkan Mitratel (MTEL) Sebagai Efek Syariah

Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Imansyah menceritakan bagaimana digitalisasi mengubah sektor perbankan. Pada beberapa tahun belakangan, cara perbankan meningkatkan inklusi keuangan dengan membuka kantor cabang di daerah untuk menarik calon nasabah.

Namun, karena ada biaya yang tinggi dalam membuka kantor cabang, maka perbankan tidak lagi membuka kantor cabang. Hal ini turut mempengaruhi peningkatan inklusi keuangan.

Baca Juga: Ketua OJK ke Bos Perbankan: Target KUR Rp285 Triliun Harus Tercapai

"Kemudian dengan adanya digital, bisa cara lebih efisien. gambaran seperti itu tidak valid lagi, nasabah buka ATM nasabah datang ke bank," kata Imansyah dalam FGD dengan tema Inovasi Keuangan Digital dan Digitalisasi Pengawasan Sektor Jasa Keuangan di Padang, Sabtu (18/12/2021).

Digitalisasi sektor perbankan juga ditambah dengan penetrasi internet yang naik dari tahun ke tahun serta banyaknya masyarakat yang memiliki smartphone.

"Kita punya market yang besar ekonomi digital seperti UMKM," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, ada 3 strategi regulasi dan supervisi dalam mendukung inovasi keuangan digital di Indonesia

Pertama, kerangka kerja yang mendukung inovasi keuangan digital; Kedua, regulasi yang agile; dan ketiga pengawasan market conduct agar dapat memitigasi risiko teknologi, serta melindungi kepentingan konsumen dan mendorong persaingan.

Kemudian inisiatif strategis oleh OJK di 2021 yang dikelompokkan pada 3 bagian yaitu:

1. Arah Pembangunan Sektor Jasa Keuangan yang Akuntabel;

2. Penajaman Pengawasan SJK Terintegrasi Bebasis Teknologi dan Informasi; dan,

3. Percepatan Digitalisasi serta Optimalisasi ekosistem digital dan literasi digital untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Penting untuk mengamati, mengikuti, dan beradaptasi khususnya terhadap perkembangan pada sektor teknologi, terutama dengan peningkatan penggunaan aplikasi Big Data, Artificial Intelligence yang memunculkan produk dan model bisnis baru, di antaranya Big-Tech, Neo Bank, Lifestyle Center dan Super Apps/Wealthtech yang berdampak nasional maupun internasional," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini