Share

Ditata Ulang, Sejarah dan Cagar Budaya Kota Pusaka Tetap Dipertahankan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 20 Desember 2021 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 470 2519570 ditata-ulang-sejarah-dan-cagar-budaya-kota-pusaka-tetap-dipertahankan-q4KiUvPzdg.jpg Kementerian PUPR Tata Ulang Kawasan Pusaka Lasem.(Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan penataan Kawasan Pusaka Lasem di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan, penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan secara cermat dan hati-hati, tidak hanya dari sisi pekerjaan fisiknya, namun harus mampu menghadirkan kembali nilai-nilai sejarah Kota Pusaka tersebut.

Baca Juga: Mengintip Kota Kuno Berusia 500 Tahun Dibangun Pakai Lumpur

Menurutnya, kunjungan penataan kawasan pusaka atau cagar budaya seperti ini harus sangat cermat dan hati-hati. Oleh sebab itu, harus mampu menghadirkan kembali nilai-nilai sejarah sehingga dapat membawa pengunjung ke masa lalu.

Hal tersebut menjadi penting untuk memahami kota pusaka ini melalui keberadaan Masjid Jami berarsitektur Jawa yang didirikan 1588 M sekaligus simbol masuk dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa.

Baca Juga: 10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Jawa

"Selain itu, makam, alun-alun, kampung pecinan dan kawasan sekitarnya yang sudah berkembang sejak zaman Majapahit," kata Endra pada keterangan tertulisnya, Minggu (19/12/2021).

Untuk itu Endra meminta agar pihak konsultan dan kontraktor menggandeng ahli sejarah dan arsitek yang mampu mengarahkan proses revitalisasi bangunan dan penataan kawasan bersejarah tersebut, sehingga nantinya selain sebagai tempat wisata religi juga sebagai sarana belajar.

Penataan Kawasan Pusaka Lasem mulai dilaksanakan selama 360 hari kalender sejak tanggal kontrak 24 Agustus 2021 dan direncanakan selesai 18 Agustus 2022. Saat ini progres konstruksinya sebesar 25,28%.

Anggaran penataan kota pusaka tersebut sebesar Rp88,13 miliar yang dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2021-2022 dengan kontraktor pelaksana PT. Putera Jaya Andalan dan PT. Yodya Karya (Persero) Wilayah I sebagai Manajemen Konstruksi dan disupervisi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Total luas Kawasan Lasem yang ditangani Kementerian PUPR seluas 13.606,35 m2 yang meliputi penataan kawasan alun-alun, pembangunan Pasar Lasem, rehabilitasi Masjid Jami’, dan penataan Kawasan Pecinan di Jalan Karangturi hingga Jalan Kauman.

Konsep penataan kawasan tetap melindungi elemen-elemen bangunan yang memiliki nilai sejarah secara komprehensif dengan disesuaikan pada keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal. Selain itu Lasem juga terkenal dengan motif batiknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini