Share

UMP DKI Jakarta Naik Jadi Rp4,6 Juta, Kemnaker Setuju?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 320 2520236 ump-dki-jakarta-naik-jadi-rp4-6-juta-kemnaker-setuju-bNgJCkimxJ.jpg UMP DKI Jakarta Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan soal keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merevisi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadly Harahap mengatakan, penetapan UMP oleh Kepala Daerah tetap mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca Juga: Kadin Tolak Kenaikan UMP Jakarta Jadi Rp4,6 Juta

"Kita tetap mengawal PP 36/tahun 2021 untuk di laksanakan," kata Chairul saat dihubungi MNC, Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Jadi PP 36 sudah mengatur tentang tata cara dan cara penghitungan (UMP), kemudian mekanisme penghitungan dan dasar penghitungan yang sudah jelas.

Baca Juga: UMP Jakarta Naik Jadi Rp4,6 Juta, Apindo: Buat Gaduh Dunia Usaha

"Saya pikir kita tetap mengacu kepada regulasi yang telah diatur. Ini juga PP 36 ini merupakan (program) strategis nasional yang harus kita laksanakan," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menaikkan nilai upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 5,1% atau Rp225.667 menjadi Rp 4.641.854. Sedangkan UMP 2021 DKI Jakarta erada di angka Rp4.416.186.

Kebijakan menaikkan UMP sebesar 5,1% merupakan revisi dari keputusan sebelumnya, dimana pada pertengahan bulan November lalu Anies sudah menaikkan UMP sekitar 0,85% atau sebesar Rp 38 ribuan.

Alhasil, pada rencana awal, UMP DKI 2022 hanya bernilai Rp 4.453.724. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1395 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini