Share

BBM Premium Mau Dihapus Tahun Depan, Ini Penjelasan Pertamina

Ahmad Hudayanto, Okezone · Selasa 21 Desember 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 320 2520239 bbm-premium-mau-dihapus-tahun-depan-ini-penjelasan-pertamina-4R0SMkQYC9.jpg BBM Premium Bakal Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kabar BBM jenis Premium yang mau dihapus kembali mencuat. Beredar kabar, BBM Premium akan dihapus mulai tahun depan.

Lalu apa kata PT Pertamina (Persero)?

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, ketentuan terkait BBM premium adalah kewenangan Pemerintah.

"Pertamina akan menjalankan penugasan sesuai yang diberikan Pemerintah," kata Irto kepada Okezone, Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Menteri ESDM Jelaskan soal Rencana Penghapusan BBM Premium

Diakui Irto, saat ini konsumsi BBM jenis Premium sudah menurun. Sebab, masyarakat sudah lebih cerdas dalam memilih kualitas BBM.

"Iya masyarakat sudah bijak memilih BBM berkualitas," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

BBM Premium sendiri memiliki kadar oktan RON 88. BBM ini sangat rendah yang dijual Pertamina.

Sekadar informasi, realisasi penyaluran Premium sampai dengan September 2021 masih tercatat jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

Realisasi Premium pada Januari–September 2021 hanya tersalurkan 3,3 juta kilo liter (kl), sedangkan kuota tahun ini adalah 10 juta kl.

Penyerapan Premium tercatat mengalami titik terendah pada September 2021 dengan realisasi hanya 241.986 kl, sedangkan penyerapan tertinggi tercatat pada Januari tahun ini sebanyak 483.451 kl.

Sebelumnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium akan dihapus. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengatur ketentuan bahan bakar melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P20/Menlhk/Setjen/Kum1/3/2017.

Lewat aturan ini, bensin mesti memiliki research octane number (RON) minimal 91. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan akan mengikuti kesepakatan global untuk menekan kenaikan suhu bumi yang disebabkan emisi. Salah satunya penggunaan BBM berjenis

"Aturan baru KLHK kita harus mengikuti kesepakatan global di mana dunia sepakat kurangi kenaikan temperatur yang disebabkan oleh emisi," kata Arifin dalam video virtual, Kamis (7/1/2021).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini