Share

Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp102 Triliun, Sri Mulyani: Rakyat Terlindungi tapi APBN Terbebani

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 320 2520327 subsidi-energi-bengkak-jadi-rp102-triliun-sri-mulyani-rakyat-terlindungi-tapi-apbn-terbebani-D8GApeBXJN.jpg Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp102 Triliun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Subsidi energi mencatat pembengkakan yang sangat besar. Hal ini karena kenaikan harga keekonomian dan bertambahnya jumlah konsumsi.

"Hingga akhir November 2022 realisasi subsidi energi sudah mencapai Rp102,5 triliun. Angka itu membengkak naik 15,7% jika dibandingkan dengan realisasi subsidi energi di November 2020 sebesar Rp88,6 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember, Selasa(21/12/2021).

Baca Juga: APBN Semakin Sehat dengan Penerimaan Negara Naik Jadi Rp1.699 Triliun

Dia mengatakan, kenaikan konsumsi barang-barang yang disubsidi pemerintah tentu menaikkan anggaran subsidi pemerintah karena harga yang meningkat. Jumlah subsidi naik, dari yang sebelumnya Rp88,6 triliun tahun lalu, dan sekarang mencapai Rp102,5 triliun atau naik 15,7%.

"Rakyat terlindungi, namun APBN harus memikul bebannya," ungkapnya.

Baca Juga: 6 Jurus Presiden Jokowi Kelola Uang Negara di 2022

Sri mengatakan, memang dari sisi penyaluran subsidi energi mengalami kenaikan. Misalnya untuk BBM solar penyalurannya realisasi penyalurannya naik dari Oktober 2020 11,9 juta kilo liter (kl) menjadi 13,13 juta kl.

"Kemudian untuk LPG tabung 3 kg penyalurannya naik dari 5.887,6 juta kg menjadi 6.176,9 juta kg. Lalu untuk jumlah pelanggan listrik subsidi listrik juga naik dari 36,83 juta pelanggan menjadi 38,1 juta pelanggan dan volume konsumsi listrik subsidi naik dari 50,83 Twh menjadi 52,2 Twh," jelas Sri.

Tak hanya subsidi energi, dari sisi subsidi non energi juga mengalami kenaikan, meskipun hanya tipis. Realisasi hingga November 2021 mencapai Rp61,9 triliun, naik 0,8% dari posisi November 2020 sebesar Rp61,4 triliun.

"Terdiri dari subsidi bunga KUR yang naik dari 5,24 juta debitur menjadi 7,02 juta debitur. Dari sisi nilainya juga naik signifikan dari Rp167,84 triliun menjadi Rp265,87 triliun," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini