Share

Bisnis Properti 2022, Residensial hingga Industri Logistik Diprediksi Melesat

Sevilla Nouval Evanda, Okezone · Kamis 23 Desember 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 470 2521442 bisnis-properti-2022-residensial-hingga-industri-logistik-diprediksi-melesat-EXHyT4p3SP.jpg Prospek Properti 2022. (Foto: Okezone.com/Insider)

JAKARTA - Pulihnya ekonomi Indonesia tahun ini membawa dampak baik untuk sektor properti di tahun depan. Peluang bisnis properti 2022 diprediksi semakin tumbuh.

Berdasarkan data dari survei "Property Outlook 2022" Knight Frank Indonesia, Kamis (23/12/2021), 63% dari keseluruhan respondennya percaya dan optimis soal membaiknya perekonomian nasional tahun depan.

Kemudian, sektor properti diprediksi akan tumbuh positif terutama dalam subsektor industri dan logistik. 42% responden menganggap kedua subsektor itu akan mengalami perbaikan yang kuat.

Baca Juga: 5 'Obat Kuat' agar Industri Film Bangkit, Berantas Pembajakan!

Sementara itu, 47% sisanya berpendapat keduanya akan membaik secara perlahan.

Di sisi lain, sektor ritel diprediksi akan rebound perlahan oleh 57% responden, diikuti dengan sektor residensial yang juga diprediksi rebound oleh 54% responden. Bertolak belakang, sektor perkantoran justru diprediksi masih akan menghadapi tantangan dengan pertumbuhan yang masih stagnan (50% responden).

Dengan data tersebut, status primadona sektor properti pun diprediksi akan tersemat dalam sektor residensial dan industri & logistik. Keduanya dianggap akan meraih pencapaian terbaik oleh masing-masing 57% dan 54% responden.

Baca Juga: Bangkitkan Industri Film, Menko Airlangga: Kebijakan Dievaluasi

Lantas, tren peluang macam apa yang akan mewarnai strategi bisnis sektor penyumbang terbesar perekonomian Indonesia ini?

Knight Frank Indonesia menyebut, tren penghias akan diisi oleh ekspansi data center, transformasi digital, sektor kreatif dan inovasi, logistik, dan fulfillment center. Adapun preferensi yang diprediksi masih akan melekat pada konsumen ialah rumah tapak dan dukungan pembayaran properti.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Data survei menyebut, pemicu terbesar dalam pertumbuhan properti di 2022 adalah transformasi digital sebesar 30% dibandingkan lima pemicu lain. Hal ini sejalan dengan target pasar properti tahun depan yang akan menyasar generasi milenial.

Tak cuma itu, Knight Frank Indonesia juga memprediksi pasar properti Asia Pasifik secara luas akan rebound di 2022. Indonesia pun dinilai akan memiliki setidaknya dua subsektor yang prospektif, yaitu residensial dan logistik. Tahun depan, diprediksi angka pertumbuhan residensial tembus 2%.

Indonesia juga diprediksi akan menjadi satu dari 14 negara Asia Pasifik yang akan mengalami peningkatan permintaan ruang logistik jika pandemi dapat terus terkendali dan program pemulihan ekonomi terus berjalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini