Share

Negara Hemat Devisa USD4,5 Miliar Berkat Program Biodiesel 30%

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2521957 negara-hemat-devisa-usd4-5-miliar-berkat-program-biodiesel-30-Y1jllxOl04.jpg Negara Hemat Devisa Berkat B30. (Foto:Okeone.com)

JAKARTA - Program pencampuran BBN jenis Biodiesel ke dalam minyak solar sebesar 30% (B30) memberi dampak besar terhadap negara. Negara pun bisa menghemat devisa USD4,5 miliar.

Persentase pemanfaatan BBN jenis Biodiesel oleh Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) sebesar 97,89% dari total alokasi yang ditetapkan sebanyak 9,21 juta KL. Kepatuhan BU BBM juga semakin baik dengan penyaluran B30 sebesar 94,17% terhadap total penyaluran minyak Solar.

Baca Juga: Program B30 Dongkrak Ekspor dan Harga Kelapa Sawit RI

"Sementara potensi penghematan devisa mencapai USD4,54 miliar," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih dalam keterangan resmi, Jumat (24/12/2021).

Soerja mengharapkan pelaksanaan B30 untuk tahun 2022 berjalan lancar dan persentase pemanfaatan, serta penyaluran B30 semakin meningkat. Penyaluran minyak Solar B0 non relaksasi dapat diminimalkan, agar tidak menimbulkan potensi sanksi denda administratif kepada BU BBM.

Baca Juga: Menko Airlangga Happy, Kebijakan Mandatori B30 Sejahterakan Petani Kelapa Sawit

Untuk tahun 2022, telah ditetapkan dalam Kepmen ESDM sebanyak 18 BU BBM yang mendapatkan alokasi BBN jenis Biodiesel dengan total alokasi sebesar 10,151 juta KL. "Kami harapkan ke-18 BU BBM tersebut telah berkontrak dengan BU BBN dan dapat memaksimalkan pemanfaatan alokasi BBN sesuai dengan volume alokasi yang ditetapkan," kata Soerja.

Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan dan Petrokimia, Kemenko Perekonomian, Andi Novianto menambahkan, selain B20 dan B30 yang telah dilaksanakan Indonesia, uji coba B100 akan menjadi titik tolak untuk selalu bersiap menghadapi era baru teknologi hijau dan energi bersih, terutama di sektor transportasi dan industri.

Lebih lanjut Andi mengatakan, implementasi mandatori BBN sejak 4 tahun terakhir menunjukkan hasil yang menggembirakan. Neraca perdagangan migas banyak mengalami perbaikan, serta impor gasoil berhasil ditekan. Kesejahteraan petani semakin baik dan emisi karbon akibat pengunaan bahan bakar juga turun akibat penggunaan B30.

"Hasil verifikasi di lapangan juga menunjukkan perbaikan. Meski masih ada kekurangan, termasuk sarana dan prasarana, namun hal tersebut telah diperbaiki oleh badan usaha," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Edi Wibowo mengatakan, dana biodiesel yang disalurkan tahun 2021 mencapai Rp51,86 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp28 triliun. Angka ini merupakan carry over tahun 2020 dan pembayaran hingga November tahun 2021.

"Kami mencatat rekor yang dibayarkan untuk biodiesel dengan volume 9,7 juta KL dengan dana sebesar Rp51,86 triliun yang merupakan carry over tahun 2020 dan hingga November 2021," ungkap Edi.

Berdasarkan data BPDPKS, dalam kurun waktu 2015 hingga 2021, total volume BBN jenis biodiesel yang dibayarkan mencapai 29,14 juta KL dengan dana sebesar Rp110 triliun. Sementara total volume penyaluran mencapai 33,07 juta KL. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini