Share

Tersambung Sampai Tambun, Anggaran Tol Becakayu Seksi 2B Butuh Rp3,75 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522031 tersambung-sampai-tambun-anggaran-tol-becakayu-seksi-2b-butuh-rp3-75-triliun-y9pFZxloc8.png Menko Luhut Tinjau Proyek Tol Becakayu (Foto: Suparjo/MPI)

JAKARTA - Pembiayaan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 2B butuh dana Rp3,75 triliun. Adapun Tol (Becakayu) seksi 2B meliputi ruas Marga Jaya-Tambun.

Dana tersebut di luar biaya pengadaan lahan sebesar Rp1,9 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, konsorsium Waskita Karya sebagai pengembang Tol Becakayu telah memiliki pilihan pendanaan untuk menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut.

"Bypass Cawang sampai Tambun, jika ini bisa diselesaikan akan membuat trafik bagus. Akan membutuhkan Rp3,75 triliun. Kita sudah punya pilihan-pilihan untuk selesaikan ini dari konsorsium," ujar Luhut saat ditemui wartawan di Tol Becakayu Seksi 2A, Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga: Tol Becakayu Mangkrak 25 Tahun dari 1996, Menko Luhut: Kita Mau Tuntaskan

Dari data Waskita Karya, rencana Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) mencapai Rp5,277 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas utang Rp3,430 triliun dan ekuitas Rp 1,847 triliun.

Saat ini emiten dengan kode saham WSAT itu tidak memiliki rencana untuk mendanai seksi 2B dengan setoran modal. Seksi ini diarahkan 100 persen pendanaannya dari pihak ketiga.

Waskita Karya pun menargetkan konstruksi Becakayu seksi 2B mulai dilakukam pada Maret 2022 dan target operasi di tahun 2025 mendatang. Saat ini, progres desain (RTA) mencapai 75 persen.

Sebelumnya, emiten menargetkan pengoperasian Tol Becakayu Seksi 2A Ujung pada pertengahan 2022. Optimisme ini setelah WSKT menyelesaikan pekerjaan erection Steel Box Arch (SBArch) girder pada proyek Jalan Tol Becakayu Seksi 2A Ujung.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mencatat, seluruh seksi Jalan tol Becakayu yang dibangun untuk mengurai kemacetan di Kalimalang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan 2022.

Erection girder yang telah dilakukan menggunakan Crawler Crane berkapasitas 800 T ini memiliki total bentang sepanjang 212,6 meter dan berjumlah 36 batang girder.

Pekerjaan erection ini terdiri atas 3 fase. Girder fase 1 sepanjang 80,05 meter dimulai pada 18-30 Desember 2020, girder fase 2 sepanjang 57,5 meter pada 30 Oktober-18 November 2021, dan girder fase 3 sepanjang 75,05 meter pada 5-18 Oktober 2021.

Pelaksanaan pekerjaan erection girder tersebut berada di jantung kota Bekasi, tepatnya di atas ruas Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini