Share

Menko Luhut Tercengang Tol Becakayu Mangkrak sejak 1996

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522093 menko-luhut-tercengang-tol-becakayu-mangkrak-sejak-1996-wtx7wFwEbe.png Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kaget dan tercengang proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) mangkrak dari tahun 1996.

"Saya tercengang juga lihat Becakayu mangkrak dari 1996. Padahal punya dampak luas untuk urai kemacetan Bekasi-Cawang," kata Luhut, Jumat (24/12/2021).

Untuk itu, Luhut meminta agar pengerjaan proyek Tol Becakayu dipercepat. Proyek strategi nasional (PSN) itu sebelumnya dikembangkan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga sejak 1996. Namun, akibat krisis moneter, proyek itu pun tidak dilanjutkan.

Baca Juga: Tol Becakayu Mangkrak 25 Tahun dari 1996, Menko Luhut: Kita Mau Tuntaskan

PT Waskita Karya Tbk dipercaya pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Becakayu. BUMN Karya itu terus menggodok pembangunan Becakayu seksi 2A dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2022. Optimisme ini setelah emiten dengan kode saham WSKT menyelesaikan pekerjaan erection Steel Box Arch (SBArch) girder.

Lalu, menargetkan konstruksi Becakayu seksi 2B yang nantinya dilakukan pada Maret 2022 dan sitargetkan beroperasi di tahun 2025. Saat ini, progres desain (RTA) mencapai 75 persen.

Di lain sisi, pendanaan Becakayu seksi 2B mencapai Rp 3,75 triliun. Adapun Tol Becakayu seksi 2B meliputi ruas Marga Jaya-Tambun.

Dana tersebut di luar biaya pengadaan lahan sebesar Rp1,9 triliun. Luhut menyebut, Konsorsium Waskita Karya sebagai pengembang Tol Becakayu telah memiliki pilihan pendanaan untuk menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut.

"By pass Cawang sampai Tambun, jika ini bisa diselesaikan akan membuat trafik bagus. Akan membutuhkan Rp3,75 triliun. Kita sudah punya pilihan-pilihan untuk selesaikan ini dari konsorsium," kata dia.

Dari data Waskita Karya, rencana Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) mencapai Rp5,277 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas utang Rp3,430 triliun dan ekuitas Rp 1,847 triliun.

Saat ini emiten dengan kode saham WSKT itu tidak memiliki rencana untuk mendanai seksi 2B dengan setoran modal. Seksi ini diarahkan 100 persen pendanaannya dari pihak ketiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini