Share

4 Tips Investasi Saham dan Kisah Sukses Lo Kheng Hong, Warren Buffet Indonesia

Selasa 28 Desember 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 278 2523703 4-tips-investasi-saham-dan-kisah-sukses-lo-kheng-hong-warren-buffet-indonesia-UGkMlJ2LkR.jpg Tips Investasi Saham dari Lo Kheng Hong. (foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA Lo Kheng Hong dijuluki Warren Buffett dari Indonesia. Dirinya telah malang melintang di dunia investasi dan mengecap asam garam 32 tahun dalam investasi pasar modal masih membutuhkan pengetahuhan.

Lo Kheng Hong berbagi tips dan pengalamannya. Bagi Lo Kheng Hong, berinvestasi itu mudah dan sederhana bagi mereka yang punya tujuan dan sabar.

"Saya melewati masa tight money policy atau kebijakan pengetatan keuangan ketika mulai berinvestasi. Tapi saya tidak putus asa dan akhirnya pada tahun 1992 saya untung,” kenangnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: 6 Cara Belajar Investasi Saham untuk Pemula, Cek di Sini

Tidak berpuas diri atas keuntungan yang diraih, Lo melanjutkan investasinya dengan terus memburu saham yang dirasa punya prospek bagus dan harganya masih murah. Prinsipnya adalah mendapatkan saham berharga murah, tapi bernilai besar.

Dirinya mengaku mulai berinvestasi saham pada tahun 1989 dan mengaku tidak pernah mendapatkan keuntungan selama empat tahun. Saham yang ia beli rugi dan belum kembali pada harga yang layak untuk di jual.

Berikut tips sukses berinvestasi di pasar modal dari Lo Kheng Hong:

Pertama, baca laporan keuangan.

Menurutnya, tidak ada alasan investor atau trader tak membaca laporan keuangan. Sebab kunci untuk memilih emiten itu justru dari laporan keuangan. Investor bisa mulai membaca laporan keuangan dari: berapa laba, penjualan, modalnya berapa, berapa utangnya, utangnya lancar atau macet.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham di Market Review dan Update IG Live MNC Sekuritas, Sore Ini Pukul 16.00

Kedua, sabar menanti hasil yang terbaik.

Disampaikannya, tidak ada yang instan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ini dibuktikan Lo Kheng Hong ketika pertama kali terjun berinvestasi. Bukannya untung tapi malah rugi, karena memulainya dengan cara yang salah yakni: membeli saham IPO dengan harga murah, lalu menjualnya ketika listing dengan harapan mendapatkan keuntungan. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik, berinvestasi perlu waktu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Ketiga, beli saham yang bidang usahanya baik.

”Memilih emiten sebenarnya tidak sulit, investor hanya perlu mencari industri yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Setelah menentukan industrinya, sortir perusahaan yang misalnya masih memiliki price to book value atau PBV kecil tapi asetnya banyak dan utangnya kecil,”tutur Lo Kheng Hong.

Selanjutnya, keempat adalah memilih perusahaan yang untung.

Dengan gamblang Lo mengatakan, anti membeli perusahaan yang rugi. Karena dirinya selalu mencari perusahaan yang bisa menjadi mesin uang buatnya. Sehingga ia sama sekali tidak tertarik pada perusahaan yang dari awal telah mengalami kerugian.

Terkahir kelima, track record pimpinan perusahaan yang baik,”Setiap menentukan saham yang hendak dibeli, selalu cari tahu pimpinan perusahaan itu, seperti: Direksi dan Komisaris. Pastikan bahwa selama berkarier di industri, mereka adalah pribadi yang berintegritas, jujur dan memiliki reputasi yang baik,”tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini