Share

6 Cara Belajar Investasi Saham untuk Pemula, Cek di Sini

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 00:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 278 2510351 6-cara-belajar-investasi-saham-untuk-pemula-cek-di-sini-InBmGBeYpG.jpg Tips Investasi Saham (Foto: Okezone)

JAKARTA - 6 cara belajar investasi saham untuk pemula patut disimak. Sebab investasi saham membutuhkan pengetahuan agar tidak hanya sekadar ikut-ikutan investasi saham.

Saham salah satu instrumen investasi jangka panjang. Para pemula harus mengetahui sebelum benar-benar melakukan investasi saham.

Saham juga instrumen investasi yang memberikan keuntungan besar namun juga memiliki risiko tinggi.

Baca Juga: Investor Harus Tahu! Ini Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Robot Trading

 

Berikut cara belajar investasi untuk pemula seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Selasa (2/12/2021).

1. Cara Berinvestasi di Saham

Ada beberapa cara untuk berinvestasi saham. Sebagian orang mugkin tertarik untuk memilih saham dan ingin melakukannya sendiri. Namun, jika merasa saham bisa menjadi investasi yang bagus, tapi ingin orang lain yang mengelola prosesnya, maka bisa menggunakan robo-advisor atau layanan yang menawarkan manajemen investasi berbiaya rendah.

2. Pilih Akun Investasi

Untuk berinvestasi di saham, diperlukan akun investasi. Untuk tipe investor yang ingin terjun langsung, biasanya berarti akun broker. Broker menawarkan jalur tercepat dan paling murah untuk membeli saham, dana, dan berbagai investasi lainnya.

Bagi mereka yang membutuhkan sedikit bantuan, menggunakan robo-advisor adalah pilihan yang tepat. Layanan robo-advisor juga memungkinkan investor untuk membuka akun dengan sedikit uang.

3. Ketahui Perbedaan Saham dan Reksadana

Kebanyakan orang berinvestasi saham memilih di antara saham individu atau reksadana. Jika memilih investasi saham, investor dapat membeli satu atau beberapa untuk terjun langsung ke perdagangan saham. Memungkinkan untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi dari banyak saham individu, tetapi itu membutuhkan investasi yang signifikan.

Sedangkan reksadana saham atau dana yang diperdagangkan di bursa, memungkinkan investor membeli sebagian kecil dari banyak saham berbeda dalam satu transaksi. Ketika berinvestasi dalam reksadana, investor dapat memiliki sebagian kecil dari masing-masing perusahaan tersebut.

Perlu diingat, reksadana terdiversifikasi sehingga dapat mengurangi risiko. Namun, reksadana tidak mungkin naik dengan cara yang meroket seperti beberapa saham individu.

4. Tetapkan Nominal untuk Investasi Saham

Banyaknya uang yang diperlukan untuk mulai berinvestasi di saham, tergantung pada seberapa mahal harga saham tersebut.

Untuk reksadana, disarankan untuk mengalokasikan porsi yang cukup besar dari portofolio, terutama jika memiliki jangka waktu yang lama. Namun, untuk saham individu Saham, umumnya menyimpan sebagian kecil dari portofolio investasi.

5. Fokus Jangka Panjang

Investasi saham tentunya memerlukan strategi dan pendekatan yang bijak. Sama seperti investasi lainnya, saham membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Itu alasan saham cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang

Hal terbaik yang harus dilakukan setelah mulai berinvestasi pada saham atau reksadana adalah dengan tidak melihatnya. Kecuali jika ingin melakukan trading dalam perdagangan harian. Maka, sebaiknya hindari kebiasaan memeriksa secara kompulsif bagaimana kinerja saham setiap hari.

6. Pantau Kinerja Saham

Ada saat-saat di mana seorang investor perlu memeriksa kinerja saham. Periksa beberapa kali dalam setahun untuk memastikannya tetap sejalan dengan tujuan investasi.

Hal yang perlu dipertimbangkan jika mendekati masa pensiun, investor dapat memindahkan sebagian dari investasi saham miliknya ke investasi pendapatan tetap yang lebih konservatif. Atau jika hanya ada satu sektor atau industri dalam portofolio, pertimbangkan untuk membeli saham di sektor lain untuk membangun lebih banyak diversifikasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini