Share

Harga LPG Non Subsidi Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Gas Melon 3 Kg?

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 320 2523658 harga-lpg-non-subsidi-naik-masyarakat-mulai-beralih-ke-gas-melon-3-kg-cPAzjzDfFD.jpg Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Harga LPG non subsidi dengan besaran Rp1.600 hingga Rp2.600 per kgnya. Pelanggan pun dikhawatirkan beralih ke gas elpiji subsidi.

Adapun harga LPG 12 kg meroket hingga Rp173.000 dari yang sebelumnya Rp150.000.

Baca Juga: 5 Fakta Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Nomor 4 Jangan Panik

Kenaikan yang signifikan tentunya berdampak pada daya beli masyarakat. Dikhawatirkan, pelanggan LPG 12 kg akan beralih ke LPG 'melon' atau subsidi.

"Saya kira pasti ada pengaruhnya. Saya memang khawatir nanti akan terjadi migrasi dari pengguna LPG NPSO (Non subsidi) ke LPG PSO (subsidi) atau 3 kg mengingat disaparitas harga yang sangat jauh," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Agen Khawatir Sepi Pembeli

Mamit berujar, di sisi lain, pengguna LPG non subsidi adalah masyarakat menengah ke atas yang menilai produk LPG dari faktor keamanannya. Mereka akan berpikir dua kali sebelum beralih karena LPG 12 kg dinilai lebih aman dalam penggunaan.

Pertamina sendiri sudah merugi karena tidak menaikkan harga LPG non subsidi sejak 2017, padahal harga Contract Price Aramco (CPA) naik signifikan hingga tahun ini.

"Pertamina jadinya mensubsidi orang yang mampu, karena konsumen LPG NPSO ini hanya 7,5% dari total penjualan di Pertamina," ujar Mamit.

Oleh karenanya, kenaikan harga LPG non subsidi dengan besaran Rp 1.600 hingga Rp 2.600 per kgnya sudah tepat." Hal ini sudah memperhitungkan daya beli masyarakat," ujarnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini