Share

Investor Tinggalkan Dolar, Mata Uang Berisiko Lebih Menarik

Antara, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 278 2524661 investor-tinggalkan-dolar-mata-uang-berisiko-lebih-menarik-tYDsn7fvLi.jpg Dolar AS Melemah. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dalam perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Sementara safe-haven seperti yen menyentuh level terendah satu bulan karena investor mengabaikan lonjakan kasus Omicron dan menyukai mata uang berisiko.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang global lainnya, turun 0,206% pada 95,932, setelah berbalik negatif di sekitar awal sesi Amerika Utara.

Dengan banyaknya pedagang yang mengambil cuti menjelang akhir tahun, para analis memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca pergerakan tersebut.

Baca Juga: Dolar AS Sedikit Menguat, Investor Harap Suku Bunga Fed Segera Dinaikan

"Pada saat-saat seperti ini kami berdagang secara sangat teknis karena investor jangka pendek mencoba mencari keuntungan final akhir tahun," Kepala Valas Global Jefferies, Brad Bechtel, dikutip dari Antara, Kamis (30/1/2021).

Aliran valas, kata dia, telah berada di sisi yang lebih ringan dari biasanya di akhir bulan. Hal ini menguatkan pandangan bahwa sebagian besar aliran terjadi minggu lalu atau bahkan lebih cepat.

Sentimen investor telah didukung dalam beberapa hari terakhir oleh tanda-tanda varian Omicron, sementara menyebabkan lonjakan kasus ke rekor tertinggi di banyak negara, tidak mengarah ke penguncian baru yang meluas.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Tipis Jelang Libur Natal

Otoritas kesehatan AS mempersingkat waktu isolasi yang direkomendasikan untuk warga Amerika dengan kasus Covid-19 tanpa gejala menjadi lima hari dari panduan sebelumnya 10 hari.

Mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia, Selandia Baru dan Kanada, lebih tinggi, sementara saham beragam.

"Varian Omicron terus mengamuk dan gagal terdaftar di pasar ini, bahkan ketika kasus global mencapai satu juta untuk hari kedua berturut-turut," kata analis Saxo Bank.

Aussie menguat 0,35% pada 0,72515 dolar AS, Kiwi naik 0,28% pada 0,6823 dolar AS, dan loonie naik 0,16% menjadi 1,2794 dolar Kanada per dolar AS.

Euro menguat 0,29% menjadi USD1,13415, sementara sterling naik 0,45% menjadi USD1,34875.

Yen Jepang menyentuh 115,04 terhadap dolar, terendah sejak akhir November. Sementara yen telah terpukul oleh kekuatan selera risiko investor, analis mengatakan arus investor akhir kuartal juga berdampak pada mata uang.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin terakhir turun 0,67% pada USD47.223, sementara ether, uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 1,57% pada USD3.733.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini