Share

Harga Elpiji 12 Kg Mahal, Warteg Lebih Pilih Pakai Gas Melon

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 320 2525298 harga-elpiji-12-kg-mahal-warteg-lebih-pilih-pakai-gas-melon-KMNOMi56yM.jpg Harga Gas Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Naik. (Foto: Okezone.com/Iqbal)

JAKARTA - Harga gas elpiji mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini pun menjadi kekhawatiran pedagang.

Ketua Koperasi Warteg Nusantara, Mukroni mengatakan, naiknya harga gas elpiji ukuran 12 Kg membuat warungnya beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3 Kg. Pasalnya, jika harus mengikuti harga gas elpiji ukuran 12 Kg, pendapatanya dapat menyusut tajam.

Baca Juga: 5 Fakta Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Nomor 4 Jangan Panik

"Tidak masuk ke biaya variabel operasional warteg, kalau pakai gas 12 kg untungnya kecil. Kemakan dibiaya masak dari mahalnya harga gas, kalau yang kecil bisa 30-40 % profitnya yang pakai gas melon atau ukuran 3 Kg. Sedang menggunakan gas 12 kg (keuntungan) di bawah 15%," tutur Mukroni saat di hubungi MNC Portal, Jumat (31/12/20221).

Sementara itu, menurut penuturan salah satu agen gas elpiji di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Prima. Gas ukuran 12 Kg dijual Rp20 ribu lebih mahal dari harga sebelumnya.

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Gas Melon 3 Kg?

"Kalau untuk eceran kita jual Rp172 itu yang isi ulang, kalau sama tabung harga Rp450, sebelumnya Rp150 ribu sampai Rp155 ribu. Jadi kenaikannya sekitar Rp20 ribu," ujar saat ditemui MNC Portal, Kamis (30/12/2021).

Meski demikian, saat ini masih belum begitu berpengaruh terhadap penjualan gas di agennya. Baik permintaan dari tabung gas ukuran 3 Kg maupun permintaan gas ukuran 12 Kg.

"Untuk gas yang ukuran 3 kg juga sampai saat ini masih normal juga, jadi belum ada peningkatan peningkatan, mungkin belum ya, karena naiknya kan baru tanggal 25 (Desember) kemarin," sambungnya.

Meskipun posisi Prima sebagai penjual yang mengambil keuntungan dari modal yang dikeluarkan, dirinya berharap kepada pemerintah untuk mengendalikan situasi kenaikan barang yang ada belakangan ini.

"Lebih di kontrol aja lah, kenaikan harga jangan mendadak semua, kita namanya lagi begini, apa-apa naik, sementara kondisi ekonomi selama pandemi ini kan juga lagi kurang bagus, kalau bisa coba di stabilkan aja lah, kita sebagai pedagang juga kan kalau harga naik, daya beli masyarakat tidak sampai, itu juga kan nanti berpengaruh sama kita," kata Prima.

Sampai pada warung kelontong, harga gas elpiji ukuran 12 Kg tersebut menjadi Rp185 ribu.

Pemilik warung kelontong yang berada di bilangan Jakarta Timur, Rusdi mengatakan. belanja gas elpiji sudah mendapatkan harga terbaru yang naik sekitar Rp15 hingga Rp20 ribu.

"Untuk yang 12 kg Rp185 ribu, ini naiknya sih baru semingguan, naiknya itu sekitar Rp15-20 ribu, masyarakat sih belum ada yang beli, jadi belum tahu, mungkin kalau dikasih tau nanti kaget mereka itu," kata Rusdi.

"Bisa mungkin nanti masyarakat nanti memilih gas yang 3 Kg, soalnya yang 12 Kg itu mahal bangat, sebelumnya harga Rp165 ribu, sekarang Rp185 ribu, tahun sebelumnya tidak naik, baru ini," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini