Share

Ekspor Batu Bara Dilarang, Pengusaha Siap Cukupi Kebutuhan Dalam Negeri

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 320 2525923 ekspor-batu-bara-dilarang-pengusaha-siap-cukupi-kebutuhan-dalam-negeri-pPeNb4wdw5.jpg Ekspor Batu Bara Dihentikan. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementrian ESDM melarang kegiatan ekspor batu bara mulai 1 -31 Januari 2022. Kebijakan ini dilakukan karena adanya krisis pasokan batu bara di dalam negeri.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum  Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira mengapresiasi Kementerian ESDM dan PLN yang berupaya untuk menjaga kestabilan pasokan dalam negeri. Menurutnya, kekayaan batu bara yang dimiliki Indonesia memang seharusnya diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Langkah untuk menjaga pasokan dalam negeri perlu kita apresiasi. Akses terhadap listrik yang terjangkau merupakan kebutuhan mutlak untuk membawa Indonesia naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami di Aspebindo mendorong anggota kami untuk terus memenuhi permintaan dalam negeri terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (1/1/2022). 

Baca Juga: Produksi Batu Bara Diproyeksi Capai 664 Juta Ton di 2022

Anggawira menyampaikan harus ada reformulasi model usaha pertambangan batubara di masa yang akan datang.

“Di sisi lain, setiap kebijakan itu harus memperhatikan iklim bisnis dan skala usaha yang dijalankan oleh pengusaha di industri batubara, suatu kebijakan juga harus diimplementasikan secara komprehensif, UU Minerba sebenarnya dapat menjadi pintu masuk untuk membenahi iklim usaha yang ada, tambang-tambang besar pemilik PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) yang akan habis kontraknya bahwa ini sebenarnya bisa dilakukan reformulasi kerjasama dengan PLN dan Pemerintah. Mungkin model bisnisnya yang bisa dijalankan ialah memberikan kuasa jual pada negara, dan perusahaan tambang hanya sebagai kontraktor. Sebagaimana amanat UUD Pasal 33 Ayat (3) yaitu Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” ujar Anggawira.

Baca Juga: Krisis, RI Larang Ekspor Batu Bara Mulai 1 Januari 2022!

Aspebindo berharap Ditjen Minerba Kementerian ESDM bersama PLN mampu menjaga pasokan batubara dalam negeri dengan menyesuaikan HBA Batubara DMO dengan harga internasional

“Catatan penting dari fenomena kelangkaan ini adalah diperlukan wadah komunikasi yang melibatkan para pelaku usaha batubara nasional dalam merumuskan kebijakan, dan ASPEBINDO siap menjadi wadah tersebut. Kami memahami ini ada kaitan nya dengan kebutuhan PLTU PLN yang saat ini masih krisis memasuki awal tahun , dan langkah ini untuk menjaga agar pasokan listrik dr PLN di dalam negeri tetap dapat terpenuhi, disamping itu kemungkinan komitmen pasokan Kontrak Batubara antara Pemasok dengan PLN belum terpenuhi sesuai volume yang dibutuhkan PLN. Seharusnya PLN mengutamakan Kontrak kontrak Jangka Panjang yg sudah ada untuk ditingkatkan Volume nya dengan mengutamakan mitra mitra PLN Existing.” ujar Sekretaris Jendral Aspebindo Muhammad Arif, 

Sebagai asosiasi pengusaha, Aspebindo berharap adanya titik temu antara kebijakan harga yang dapat meningkatkan iklim bisnis batubara sekaligus menjaga pasokan dalam negeri. Kestabilan kondisi pasar batubara sangat penting untuk terpenuhinya pasokan batubara dalam jangka panjang. Apabila kebijakan pelarangan ekspor ini terulang kembali dimasa yang akan datang, tentu akan memberikan citra yang kurang baik terkait iklim usaha batubara Indonesia di mata internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini