Share

Periskop 2022: Indonesia Siap Produksi 2 Vaksin Covid-19

Ahmad Hudayanto, Okezone · Selasa 04 Januari 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 320 2526679 periskop-2022-indonesia-siap-produksi-2-vaksin-covid-19-JZLGlGMCtv.jpg RI Siap Produksi Vaksin Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah siap memproduksi vaksin Covid-19 dalam negeri tahun ini. Di mana dua jenis vaksin produksi dalam negeri saat ini sedang dikembangkan PT Bio Farma.

Kedua vaksin milik Indonesia hingga kini dalam tahap optimasi, pengembangan dan masih proses uji klinis serta kelayakan. Namun, produksi vaksin dalam negeri terus dikebut pemerintah dan direncanakan mulai produksi pada tahun 2022 ini.

Rencana pengembangan ini diharapkan mendukung kemandirian dan dapat melepas ketergantungan pemerintah Indonesia dari vaksin luar negeri.

Selain itu, vaksin produksi dalam negeri rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan program vaksinasi booster di tahun 2022.

Baca Juga: 280 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Disuntikkan, Tak Ada KIPI Meninggal!

Dan berikut dua vaksin buatan Indonesia yang tengah proses pengembangan maupun sedang proses uji klinis.

Vaksin Merah Putih

Pemerintah Indonesia mulai mengembangkan vaksin pertamanya adalah jenis Vaksin Merah Putih. Dan vaksin tersebut sudah dikembangkan mulai dari awal tahun 2020 yang lalu.

Namun mengalami keterlambatan dan terus mengalami pengunduran waktu uji klinisnya.

Menurut keterangan dari Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto bahwa hingga kini vaksin merah putih masih dalam proses optimasi dan pengembangan oleh beberapa lembaga dan perguruan tinggi.

“Itu Vaksin Merah Putih masih progress dengan Eijkman,” kata Bambang saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: 2 Anak Dilaporkan Meninggal Setelah Divaksin, Komnas KIPI: Tidak Terkait Covid-19

Pengembangan vaksin tersebut dikembangkan oleh beberapa perguruan tinggi antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain dari perguruan tinggi, ada dua lembaga yang juga mengembangkan vaksin merah putih. Kedua lembaga yaitu Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dan beberapa pengembang juga telah bekerja sama dengan industri sebagai produksi vaksin. Seperti PT Bio Farma bekerja sama dengan LBM Eijkman.

Terkait dengan produksi vaksin itu Bambang Heriyanto memberikan keterangan, bahwa Vaksin Merah Putih tersebut masih dalam proses optimasi dan perlu menjalani beberapa tahap yang lainnya. Seperti uji klinis 1 sampai 3 sebelum akhirnya diproduksi masal. Sehingga salah satu vaksin dalam negeri ini belum diketahui pasti kapan tanggal produksinya.

“(Vaksin) Merah Putih kan masih optimasi, belum tahu selesainya kapan,” ujarnya.

Vaksin BUMN

Pemerintah juga tengah melakukan pengembangan secara bersamaan vaksin jenis yang lainnya. Vaksin BUMN tersebut merupakan hasil kerja sama internasional antara Bio Farma dan Baylor College of Medicine, USA.

“Kita paralel kembangkan Vaksin BUMN kerja sama dengan Baylor College of Medicine, di Amerika,” kata Bambang Heriyanto.

Melansir dari keterangan resmi Bio Farma, Minggu (2/1/2022), vaksin BUMN ini akan menggunakan metode Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain / RDB). Vaksin BUMN ini rencananya akan digunakan sebagai vaksin primer (dosis 1 & 2) dan vaksin booster (dosis 3).

Dibanding dengan Vaksin Merah Putih, Vaksin BUMN tergolong lebih cepat. Vaksin BUMN ini sudah melalui uji klinis tahap satu pada 13 Desember 2021. Dan dicanangkan sudah bisa diproduksi pada Juli tahun 2022 mendatang.

“Nah, itu (Vaksin BUMN) sudah masuk uji klinis 1, rencana targetnya 2022 bulan juli sudah bisa diproduksi,” ujar Bambang.

Vaksin BUMN ini akan difokuskan sebagai vaksinasi booster untuk usia dewasa. Namun perihal target usia pengguna tersebut sesuai dengan hasil ketiga fase uji klinis.

“Sesuai uji klinisnya, in ikan untuk yang booster dewasa dulu peruntukannya,” pungkasnya.

Dan dari Vaksin Merah Putih maupun Vaksin BUMN, masih harus menunggu kebijakan dan persetujuan pemerintah dalam penggunaan kedua vaksin tersebut sebagai program vaksinasi dosis ke-3 di Indonesia.

“Untuk yang booster kebijakan masih nunggu dari pemerintah. Harus ada kebijakan dulu mau seperti apa, vaksin apa yang digunakan, mana yang sudah mendapatkan persetujuan,” jelasnya.

Kendati demikian, pemerintah terus mendorong terealisasinya vaksin produk dalam negeri hingga tahap produksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini