Share

Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Bawah Target APBN, Ini Alasan Sri Mulyani

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 320 2526829 pertumbuhan-ekonomi-2021-di-bawah-target-apbn-ini-alasan-sri-mulyani-bhhEx8rRUb.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan mencapai 3,7%. Angka ini lebih rendah dari asumsi APBN 2021 sebesar 5%.

Menurutnya, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan III tahun 2021 masih terkontraksi.

Baca Juga: Ini Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% pada 2022

"Pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan 3,7%. Kalau bicara range di 3,5-4%. Nah ni karena pada kuartal I kita masih -0,7%," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021, Senin (3/1/2022).

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I minus karena adanya lonjakan kasus Covid-19 dari momen natal dan tahun baru. Pemerintah terpaksa membatasi mobilitas dan menerapkan PSBB sehingga pertumbuhan dunia usaha terhambat. Lalu pada kuartal II angkanya naik jadi 7,07% namun kembali turun jadi 3,5% karena lonjakan kasus di bulan Juli dan Agustus.

Baca Juga: BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022

Adapun, untuk kuartal IV tahun 2021, ekonominya diproyeksi tumbuh 5%. "Hal ini didukung menguatnya aktivitas konsumsi, investasi, serta ekspor di tengah pandemi yang terkendali," katanya.

Untuk inflasi, Sri Mulyani memperkirakan nilainya mencapai 1,87, lebih rendah dibanding asumsi makro sebesar 3%. Lalu, tingkat bunga SBN 10 tahun diproyeksi 6,35% dan nilai tukar mencapai Rp 14.312 per USD.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini