Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan Ekonomi, PP Presisi Bidik Kontrak Baru Rp6,1 Triliun

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |12:54 WIB
Pemulihan Ekonomi, PP Presisi Bidik Kontrak Baru Rp6,1 Triliun
PP Presisi Bidik Kontrak Baru (Foto: Okezone)
A
A
A

Sementara berdasarkan komposisi kepemilikan proyek, perolehan dari proyek external di luar Grup PTPP berkontribusi sebesar 87% sedangkan proyek internal sebesar 13%.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, pencapaian itu didapatkan karena perseroan terus berusaha menambah kontrak baru hingga akhir tahun. Sebagai penutup tahun, PPRE mengantongi kontrak baru dari pengembang tambang dan pekerjaan sipil dengan nilai Rp280 miliar.

“Pencapaian kontrak baru PPRE pada 2021 yang meningkat 100% year-on-year, bahkan melampaui terget, merupakan prestasi tersendiri yang patut dibanggakan karena perolehan kontrak baru tersebut bahkan hampir pulih seperti pencapaian 2019 sebelum pandemi Covid-19 melanda,” kata Rully.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar di 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan di sektor tambang. Dimana perseroan akan menambah jumlah alat berat yang dibutuhkan seiring dengan penambahan kontrak baaru.

Rully Noviandar melihat peningkatan harga nikel yang terus bertambah menjadi kabar baik bagi aktivitas pertambangan. Peningkatan harga ini didorong oleh permintaan akan bahan baku baterai yang ditandai oleh pembangunan smelter dan pabrik pembuatan baterai.

"Kinerja lini bisnis jasa pertambangan yang cukup menggembirakan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk mendapat kepercayaan dari salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia, mendorong kami semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income,” ujarnya.

Perseroan menargetkan jasa pertambangan akan memberikan kontribusi sebesar 50% terhadap pendapatan dan menjadi yang terbesar di antara lini bisnis lainnya pada 2025.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perseroan telah menyusun winning target 2022 melalui strategi optimalisasi alat berat, peningkatan kapasitas keuangan, peningkatan kapabilitas SDM, penerapan centralize SCM, dukungan IT dan equipment technology, serta peningkatan tata kelola perusahaan.

Dengan demikian, lanjut Ruly, jasa pertambangan yang terintegrasi dapat segera terwujud yang akan memberikan better profit, stakeholder value added dan better cashflow.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement