Share

Pelindo Inbreng Saham Anak Usaha ke Subholding, Targetnya Laba Rp7,4 Triliun di 2025

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 05 Januari 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 320 2527795 pelindo-inbreng-saham-anak-usaha-ke-subholding-targetnya-laba-rp7-4-triliun-di-2025-dWRYRVXB4N.jpg PT Pelabuhan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Pelindo)

JAKARTA - Kementerian BUMN menargetkan value creation laba sebelum bunga dan pajak (earning before tax) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sebesar Rp4,3 triliun hingga Rp7,4 triliun pada 2025. Target tersebut usai dilakukannya seluruh tahap restrukturisasi untuk menjadi Induk Holding BUMN Pelabuhan.

Dari keseluruhan restrukturisasi, terbaru Pelindo mengambil dua langkah aksi korporasi pada Subholding kelolaannya yakni serah operasi bisnis dan inbreng atau pengalihan saham Pelindo pada anak perusahaan kepada Subholding berdasarkan klaster bisnis masing-masing.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mencatat, inbreng saham merupakan langkah terpenting dari proses merger Pelindo I, II, III, dan IV di bawah payung Holding BUMN Pelabuhan. Kartika optimis, value creation menjadi lokomotif pertumbuhan pendapatan hingga EBITDA perusahaan.

Baca Juga: Pelindo Digabung, 20 Anak Perusahaan Gabung ke Sub Holding

“Tahapan ini (inbreng saham) merupakan salah satu yang terpenting. Di mana kita akan mulai melakukan value creation dan menciptakan bisnis model baru yang diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan pendapatan, EBITDA maupun value creation dari Pelindo Group kedepan,” ujar Kartika, Rabu (5/1/2022).

Adapun realisasi value creation Pelindo per 31 Desember 2021 mencapai lebih dari Rp600 miliar. Jumlah itu yang berasal dari optimalisasi financing cost dan pengadaan bersama.

Pada 2022, pemegang saham berharap capaian value creation tersebut akan jauh lebih besar melalui aksi korporasi dan inisiatif strategis yang telah direncanakan sebelumnya.

Baca Juga: Merger Pelindo, IPCC Garap 2 Terminal Kendaraan Tambahan

Pemegang saham pun sudah membentuk empat Subholding Pelindo untuk mengelola bisnis inti perusahaan. Di mana, masing-masing Subholding juga menjadi induk bagi anak perusahaan eks Pelindo I-IV sesuai dengan lini bisnisnya.

Kartika menilai, pembentukan Subholding mampu menajamkan core competence masing-masing Subholding.

"Ini adalah langkah utama tujuan merger Pelindo dimana kita ingin meng-unlock value dan membuat spesialisasi-spesialisasi yang nantinya menumbuhkan kompetensi-kompetensi yang bisa bersaing di masing-masing Subholding. Tentunya saya mengapresiasi langkah cepat ini, semuanya tepat dengan sasaran dan delivery yang sudah kita harapkan di awal,” ungkap dia.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Serah Operasi dan Inbreng Saham pada Subholding

Sebagai bagian dari keseluruhan restrukturisasi BUMN Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengambil dua langkah aksi korporasi pada perusahaan Subholding kelolaannya. Dua langkah yang ditempuh yakni serah operasi bisnis dan inbreng atau pengalihan saham Pelindo pada anak perusahaan kepada Subholding sesuai klaster bisnis masing-masing.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat bisnis inti Pelindo pasca merger. Sebelumnya, empat Subholding Pelindo secara resmi efektif beroperasi per 1 Januari 2022. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan serah operasi bisnis dari Pelindo kepada PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Jasa Maritim dan pengalihan usaha kepada PT Pelindo Solusi Logistik pada 29 Desember 2021 lalu.

Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menyebut, Subholding Pelindo memiliki tiga tugas utama, yakni menentukan kebijakan layanan pelabuhan sesuai lini bisnis yang selaras dengan kebijakan strategi Pelindo, menjalankan kuasa dan tugas operasional dari Pelindo, serta sebagai revenue generator.

Pembentukan empat Subholding dibawah Pelindo ini dilakukan untuk mengelola bisnis inti perusahaan. Dimana, masing-masing Subholding juga menjadi induk bagi anak perusahaan eks Pelindo I-IV sesuai dengan lini bisnisnya.

“Serah Operasi antara Pelindo kepada Subholding ini terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022 dan untuk bentuk kerjasamanya kami menggunakan skema Revenue Sharing,” ujar Arif.

Setelah proses serah operasi, lanjut Arif, dilanjutkan dengan pengalihan saham (inbreng) Pelindo pada anak perusahaan kepada Subholding sesuai klaster pelayanan petikemas, pelayanan non petikemas/multi terminal dan pelayanan jasa maritim atau pada tiga Subholding Pelindo.

Keriganya adalah PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Jasa Maritim. Proses restrukturisasi Pelindo kemudian akan dilanjutkan dengan pemurnian bisnis anak dan cucu perusahaan Pelindo di masing-masing klaster.

“Pada tanggal 1 Januari 2022, Subholding yang sudah menandatangani dokumen pada tanggal 29 Desember 2021, secara resmi telah aktif beroperasi. Dan 3 Januari 2022, melalui proses inbreng saham Anak Perusahaan resmi berada di bawah Subholding dan menjadi business operator masing-masing klaster. Pengalihan saham dikompensasikan dengan penambahan penyertaan modal Pelindo di Subholding,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini