Share

Tak Disangka! RI 58 Tahun Atur Keuangan Negara Pakai Aturan Belanda, Ini Pengakuan Sri Mulyani

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 320 2527842 tak-disangka-ri-58-tahun-atur-keuangan-negara-pakai-aturan-belanda-ini-pengakuan-sri-mulyani-eWBDqzA9tN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah Indonesia sejak 1945-2003 masih tetap gunakan UU warisan Kolonial Belanda dalam mengatur keuangan negara.

"Sejak Indonesia lahir, tahun 1945 hingga 2003, keuangan negara diatur oleh Undang-Undang Belanda. Makanya krisis itu bisa melahirkan sebuah manfaat karena Indonesia mereformasi. Setiap keadaan krisis dijadikan momentum untuk me-reform," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Defisit APBN 2021 Capai Rp783,7 Triliun, Sri Mulyani: Jauh Lebih Lebih Baik

Kata dia, dua peraturan perundang-undangan soal keuangan itu lahir, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan mulai bisa menghadirkan bukti pengelolaan kepada publik seperti yang dilakukan sejumlah emiten pasar modal.

Baca Juga: Penerimaan Pajak 2021 Lebihi Target, Sri Mulyani: Ada Pandemi, Kita Tetap Kuat

"Kita mulai mengelola keuangan negara, termasuk aset-aset negara, dimasukan ke dalam buku, di-register, tervaluasi, dan dilaporkan/diaudit BPK dan dimasukan ke publik. Mirip seperti perusahaan yang listed (di pasar modal)," bebernya.

Dia menambahkan setelah krisis keuangan yang terjadi di Indonesia, keuangan negara tidak menggunakan aturan Belanda. Hal ini dikarenakan, lahirnya dua regulasi penting di bidang keuangan, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Pembaharuan regulasi baru terjadi pada 2003/2004 pasca-krisis moneter 1997-1998 terjadi.

"Sejak krisis kita mengelola keuangan negara termasuk aset-aset negara. Dimasukkan ke dalam buku di register di valuasi dan dilaporkan dan diaudit ke BPK dan dilaporkan ke masyarakat. Ini mirip perusahaan yang losted kayak membuat laporan keuangan dan laba ruginya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini