Share

Wall Street Melemah karena Risalah The Fed Naikkan Suku Bunga

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 278 2528078 wall-street-melemah-karena-risalah-the-fed-naikkan-suku-bunga-x0REKH1UsO.jpg Wall Street Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street berakhir menurun pada penutupan perdagangan Rabu. Hal itu terjadi setelah risalah rapat Federal Reserve AS atau The Fed mengisyaratkan bahwa Bank Sentral mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

Indeks S&P 500 kehilangan 92,86 poin atau 1,94% menjadi 4.700,49 poin, sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 524,89 poin atau 3,36% menjadi 15.097,83. Dow Jones Industrial Average turun 387,47 poin atau 1,05% menjadi 36.412,18.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Kembali Cetak Rekor

Indeks S&P 500 dan Nasdaq dengan cepat memperpanjang penurunan mereka setelah risalah yang dipandang investor lebih hawkish daripada yang mereka khawatirkan. Sedangkan Dow, yang mencapai rekor tertinggi pada hari sebelumnya, berbalik arah dan juga ditutup lebih rendah.

Risalah dari pertemuan kebijakan Fed pada 14 - 15 Desember menawarkan rincian lebih lanjut tentang pergeseran bank sentral bulan lalu menuju kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengekang inflasi. Pembuat kebijakan mengatakan bulan lalu bahwa pasar tenaga kerja AS "sangat ketat."

Baca Juga: Wall Street Kokoh, Indeks Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekor

"Ini lebih hawkish dari yang diharapkan. Pergeseran ke arah hawkish ini bisa menjadi masalah bagi pasar saham dan obligasi," kata Kepala Investasi Lenox Wealth Advisors, David Carter, Kamis (6/1/2022).

Sektor teknologi S&P 500 adalah hambatan terbesar pada indeks S&P 500, sementara sektor properti yang sensitif terhadap tingkat memimpin penurunan di antara sektor-sektor.

Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya pinjaman untuk bisnis dan konsumen. Tarif yang lebih tinggi dapat menekan kelipatan saham, terutama untuk teknologi dan saham pertumbuhan lainnya.

Indeks keuangan S&P 500 juga berakhir lebih rendah, sehari setelah mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa.

Sebelumnya para pembuat kebijakan telah setuju untuk mempercepat akhir dari program pembelian obligasi era pandemi, dan mengeluarkan perkiraan yang mengantisipasi kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase selama tahun 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini