Share

Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Kembali Cetak Rekor

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 278 2527551 wall-street-mixed-indeks-dow-jones-kembali-cetak-rekor-Tak46kxIAK.jpg Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup mixed di hari kedua perdagangan tahun 2022. Indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Selasa (4/1/2022) waktu setempat untuk hari kedua berturut-turut karena saham keuangan dan industri menguat.

Sementara Nasdaq jatuh, S&P 500 hampir datar, dengan penurunan saham nama-nama pertumbuhan besar termasuk Tesla Inc membebani indeks dan Nasdaq Composite.

Baca Juga: Wall Street Kokoh, Indeks Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekor

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 3,02 poin, atau 0,06%, menjadi berakhir pada 4.793,54. Nasdaq Composite turun 210,08 poin atau 1,33%, menjadi 15.622,72. Dow Jones Industrial Average naik 214,59 poin, atau 0,59%, menjadi 36.799,65.

Sektor energi, keuangan, dan industri termasuk di antara sektor-sektor yang memimpin kenaikan di S&P 500.

Baca Juga: Akhir Perdagangan 2021, 3 Indeks Utama Wall Street Meroket di Atas 20%

Membantu sentimen, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutip semakin banyak bukti bahwa varian virus corona omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya.

Beberapa ahli strategi mengatakan keuangan dan saham berorientasi nilai dapat memimpin pasar dalam waktu dekat karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada pertengahan tahun untuk mengekang inflasi yang tinggi.

Sedangkan imbal hasil Treasury AS naik untuk hari perdagangan kedua. Menurut data Bloomberg, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di 1,65% pada Selasa ini.

"Ini adalah saat ketika saham defensif dan saham bernilai cenderung mengungguli," kata Robert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management di Austin, Texas kepada Reuters.

Indeks nilai S&P 500 melonjak, sementara indeks pertumbuhan S&P 500 turun. Saham Tesla jatuh, sehari setelah melonjak lebih dari 13% karena pengiriman kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan.

Bank sentral AS bulan lalu mengatakan akan mengakhiri pembelian obligasi era pandemi pada 2022. The Fed juga menandakan setidaknya tiga kenaikan suku bunga untuk tahun ini. Risalah dari pertemuan diharapkan akan dirilis pada hari Rabu.

Harga saham Ford Motor Co melonjak setelah pembuat mobil itu mengatakan akan melipatgandakan kapasitas produksi tahunan untuk pikap listrik F-150 Lightning menjadi 150.000 kendaraan.

Sebelumnya, data manufaktur AS untuk bulan Desember menunjukkan beberapa penurunan permintaan barang, tetapi investor terhibur dengan tanda-tanda berkurangnya kendala pasokan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini