Share

Wall Street Kokoh, Indeks Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekor

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 278 2527021 wall-street-kokoh-indeks-dow-jones-dan-s-p-500-cetak-rekor-3d9oQGWnlB.jpg Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada akhir transaksi Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS kokoh dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average membukukan rekor penutupan tertinggi di hari perdagangan pertama tahun ini, dibantu oleh kenaikan saham Tesla Inc dan perbankan.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 246,76 poin atau 0,68%, menjadi menetap di 36.585,06 poin. Indeks S&P 500 bertambah 30,38 poin atau 0,64%, menjadi berakhir di 4.796,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 187,83 poin atau 1,20%, menjadi ditutup di 15.832,80 poin.

Baca Juga: Akhir Perdagangan 2021, 3 Indeks Utama Wall Street Meroket di Atas 20%

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan perawatan kesehatan masing-masing merosot 1,37% dan 0,98%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi dan consumer discretionary masing-masing melonjak 3,1% dan 2,76%, melampaui sektor lainnya.

Apple Inc menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar USD3 triliun tetapi mengakhiri hari sedikit di bawah itu. Sahamnya berakhir terdongkrak 2,5% pada USD182,01 setelah naik setinggi USD182,88 selama sesi.

Saham Tesla melonjak 13,5% setelah pengiriman kuartalan pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan analis, mengatasi kekurangan chip global karena meningkatkan produksi di China.

Baca Juga: Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekor, Nasdaq Turun Tipis

Kedua saham memberikan dorongan terbesar pada S&P 500, tetapi pengamat pasar mengatakan meredanya kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron juga membantu sentimen pasar, bahkan dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

"Berita sebenarnya adalah orang-orang merasa putaran terakhir COVID ini sepertinya tidak akan melemahkan ekonomi ketika banyak pembatasan dan penguncian akan diperlukan," kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Di antara perkembangan terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengesahkan dosis ketiga vaksin Pfizer Inc dan BioNTech untuk anak-anak berusia 12 tahun hingga 15 tahun.

Ribuan sekolah di AS telah menunda jadwal kembali ke ruang kelas minggu ini setelah liburan atau beralih ke pembelajaran jarak jauh karena varian Omicron mendorong tingkat rekor COVID-19.

Massocca mengatakan kekuatan pasar tidak mengejutkan ketika tahun baru dimulai, mengingat efek Januari, atau kepercayaan oleh beberapa investor bahwa saham akan naik bulan itu lebih dari bulan-bulan lainnya.

"Ini pertanda baik untuk melihat pasar begitu tangguh," katanya.

Semua indeks utama Wall Street mengakhiri tahun 2021 dengan kenaikan bulanan, triwulanan dan tahunan, mencatat kenaikan tiga tahun terbesar sejak 1999.

Sektor energi dan keuangan termasuk di antara yang memperoleh keuntungan tertinggi, dengan saham bank naik bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor bersiap untuk apa yang bisa menjadi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve tahun ini meskipun ada lonjakan baru-baru ini dalam kasus COVID-19.

Saham energi naik karena harga minyak mentah menguat dan prospek permintaan yang optimis.

Indeks acuan S&P 500 naik 27% pada tahun 2021 dan melaporkan 70 penutupan rekor tertinggi, yang kedua terbanyak, dalam tahun yang penuh gejolak yang dilanda varian baru COVID-19 dan kekurangan rantai pasokan.

Indeks Dow Jines naik 18,7% untuk tahun 2021i dan Komposit Nasdaq yang padat teknologi meningkat 21,4%.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,00 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,36 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini