Share

3 Indeks Wall Street Tak Berdaya di Akhir Perdagangan

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 278 2528605 3-indeks-wall-street-tak-berdaya-di-akhir-perdagangan-Uv4LTzFooT.jpg Wall Street Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street melemah pada akhir perdagangan Kamis. Wall Street terkena sentimen negatif The Fed dan imbal hasil obligasi pemerintah yang bergerak lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average turun 170,64 poin atau 0,47% menjadi 36.236,47 turun 4,53 poin atau 0,10% menjadi 4.696,05 dan Nasdaq Composite turun 19,31 poin, atau 0,13%, menjadi 15.080,87.

Baca Juga: Wall Street Melemah karena Risalah The Fed Naikkan Suku Bunga

Risalah Fed menunjukkan bahwa pasar pekerjaan yang ketat dan lonjakan inflasi dapat mengharuskan Bank Sentral AS untuk menaikkan suku lebih cepat dari yang diharapkan dan mulai mengurangi kepemilikan aset secara keseluruhan.

"The Fed membuat pasar saham tidak sadar minggu ini, menciptakan tingkat ketidaknyamanan dengan saham yang lebih spekulatif," tulis Analis Whalen Global Advisors LLC, Christopher Whalen, dilansir dari Reuters, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Kembali Cetak Rekor

Sementra itu, ketiha pasar saham berjuang, imbal hasil Treasury AS pada sebagian besar jatuh tempo naik lagi pada Kamis, karena investor resah atas sikap Fed yang lebih hawkish.

Hasil benchmark 10-tahun naik menjadi 1,7530%, tertinggi sejak Maret 2021, dan terakhir naik sedikit hari ini menjadi 1,7246%.

Sentimen negatif lainnya untuk pasar saham adalah data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan peningkatan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran.

Institute for Supply Management (ISM) mencatat bahwa aktivitas non-manufaktur turun pada Desember.

"Meskipun ISM lebih lemah dari yang diharapkan hari ini, pasar terus meningkatkan berapa harga untuk kenaikan Fed pada 2022 dan 2023 - sekarang lebih dari 5,5 kenaikan dihargai sebelum akhir 2023," Pendiri Quadratic Capital Manajemen, Nancy Davis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini