Share

Dolar AS Menguat, Kenaikan Suku Bunga Fed Masih Jadi Sorotan

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 06:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 278 2528613 dolar-as-menguat-kenaikan-suku-bunga-fed-masih-jadi-sorotan-7kHuEz6QTE.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS balik menguat pada akhir perdagangan Kamis, setelah rilis data tenaga kerja dan sehari rilis risalah Federal Reserve.

Dolar mengurangi kerugian sebanyak 0,44% pada akhir Rabu setelah risalah menunjukkan pembuat kebijakan Fed khawatir tentang kenaikan inflasi, yang bersama data pasar tenaga kerja yang ketat, dapat mengakibatkan kenaikan suku bunga Fed lebih cepat dari yang diantisipasi.

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, Terbesar ke China

Investor pun mengantisipasi peluang lebih besar dari 70% untuk kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Fed di Maret 2022.

"Pasar lebih memperhatikan kebijakan moneter dan perbedaan itu, dan itulah yang sebenarnya mendorong dolar," kata Analis DailyFX, John Kicklighter, dilansir dari Reuters, Jumat (7/1/2022).

Data pasar tenaga kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik 7.000 menjadi 207.000. Data tersebut di atas perkiraan 197.000.

Baca Juga: Amankan Listrik, Ini Saran Pengusaha Batu Bara untuk PLN

Data tersebut muncul setelah laporan penggajian swasta yang sangat kuat pada hari Rabu dalam laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP dan menjelang laporan penggajian Desember pada Jumat, yang dapat meningkatkan ekspektasi The Fed akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga.

San Francisco Mary Daly mengatakan bank sentral harus menaikkan suku bunga tahun ini, mengingat pasar tenaga kerja "sangat kuat" dan inflasi yang tinggi bertindak sebagai "pajak represif" yang bertindak sebagai beban, terutama pada orang miskin.

Data lain menunjukkan defisit perdagangan AS melebar tajam pada November menjadi USD80,2 miliar, menunjukkan kemungkinan beban pada pertumbuhan ekonomi kuartal keempat.

Analis pun melihat indeks dolar sebagai titik resistensi teknis, dengan penembusan di atas kemungkinan akan menghasilkan pengujian tertinggi Desember di 96,91.

Adapun Euro turun 0,17% menjadi USD1,1294 karena inflasi tahunan di Jerman melambat pada Desember atau menjadi pertama kalinya dalam enam bulan.

Yen Jepang menguat 0,26% versus greenback di 115,82 per dolar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan di $1,3532, turun 0,16% hari ini. Sterling mencapai tertinggi dua bulan di 1,3598 pada hari Rabu.

Dalam cryptocurrency, bitcoin terakhir turun 0,08% menjadi USD43.400,97.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini