Share

Krisis Batu Bara, Berapa Cadangan yang Masih Tersisa di Indonesia?

Jum'at 07 Januari 2022 06:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2528607 krisis-batu-bara-berapa-cadangan-yang-masih-tersisa-di-indonesia-OTs9mz0V3v.jpg RI Krisis Batu Bara. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan surat bernomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021 tentang larangan ekspor batu bara sejak 1 Januari hingga 31 Januari 2022. Hal ini dilakukan lantaran pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan mengalami defisit. Sehingga, mau tidak mau penjualan batubara ke luar negeri dihentikan sementara.

Melansir laman esdm.go.id, Jumat (7/1/2022), cadangan batu bara Indonesia sekitar 38,84 miliar ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat rata-rata produksi batu bara 600 juta ton per tahun, maka umur cadangan batu bara masih sekitar 65 tahun.

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia, Terbesar ke China

Hal ini diasumsikan tidak ada temuan cadangan baru. Selain cadangan batu bara, Indonesia masih memiliki sumber daya batu bara sebesar 143,7 miliar ton.

Baca Juga: Amankan Listrik, Ini Saran Pengusaha Batu Bara untuk PLN

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, cadangan batu bara terbesar ada di Kalimantan dan Sumatera. Kalimantan diperkirakan menyimpan 88,31 miliar ton sumber daya dan 25,84 miliar ton cadangan. Jumlah tersebut setara dengan 62,1% dari total potensi cadangan dan sumber daya batu bara terbesar di Indonesia. Sementara Sumatera memiliki 55,08 miliar ton sumber daya dan 12,96 miliar ton cadangan.

Selain itu, daerah yang menyimpan cadangan batu bara dengan kapasitas minim adalah Jawa sebesar 0,06 miliar ton, Sulawesi 0,07 miliar ton, Papua 0,01 miliar ton, dan Halmahera 0,01 miliar ton.

Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI), per 26 Juli 2021, realisasi produksi batu bara Indonesia sebesar 328,75 juta ton dengan rincian 96,81 juta ton (realisasi domestik), 161,99 juta ton (realisasi ekspor), dan 52,22 juta ton untuk DMO (domestic market obligation).

Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini