Share

IPO Perusahaan Perakit Baterai Listrik, Intip Profil Tamu Baru BEI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 278 2529702 ipo-perusahaan-perakit-baterai-listrik-intip-profil-tamu-baru-bei-Lyq6E3iMAD.jpg Sumarecon Integrated IPO Hari Ini. (Foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA - PT Semacom Integrated Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Calon emiten dengan kode saham SEMA ini akan menjadi perusahaan tercatat kedua di BEI tahun ini.

Mengutip laman e-IPO, Senin (10/1/2022), SEMA bergerak dalam kegiatan usaha produksi panel listrik, perakitan baterai listrik dan energi terbarukan.

Baca Juga: IPO, Dharma Polimetal Jadi Tamu Terbaru BEI Hari Ini

SEMA merupakan salah satu perusahaan produksi panel listrik terkemuka di Indonesia, dan merupakan pemilik lisensi pertama di Indonesia dari Siemens untuk memproduksi panel-panel listrik type-tested.

Sejak 2009, SEMA memproduksi panel listrik type-tested. Sejak 2020, SEMA memperluas bisnisnya sebagai penyedia teknologi listrik yaitu baterai listrik dan energi terbarukan.

Nantinya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk modal kerja, antara lain untuk pembelian persediaan, biaya research & development, serta biaya pemasaran dan promosi. 

Baca Juga: Dapat Izin OJK, Autopedia Bakal Kantongi Dana IPO Rp703 Miliar

Sedangkan dana yang diperoleh SEMA dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembelian persediaan serta biaya pemasaran dan promosi.

Sebelumnya, Semacom Integrated secara resmi ditetapkan sebagai saham syariah. Hal itu tertuang dalam keputusan OJK No. KEP-78/D.04/2021 tentang Penetapan Saham PT Semacom Integrated Tbk sebagai Efek Syariah.

"Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-62/D.04/2021 tanggal 23 November 2021 tentang Daftar Efek Syariah," demikian tulis OJK dalam siaran resminya, dikutip Minggu (9/1/2022).

SEMA menawarkan 3,47 juta lot saham atau 347 juta saham baru yang setara 25,76% dari modal disetor setelah IPO. Saham SEMA ditawarkan kepada investor dengan harga penawaran Rp180 per lembar saham sehingga raihan nilai total IPO-nya mencapai Rp62,46 miliar.

Direktur Utama Semacom Rudi Hartono Intan baru-baru ini mengumumkan bahwa saham produsen panel listrik itu banyak diburu investor dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 40x. Nilai oversubscribe tersebut merupakan hasil porsi pooling e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini