Share

Dapat Izin OJK, Autopedia Bakal Kantongi Dana IPO Rp703 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 278 2527190 dapat-izin-ojk-autopedia-bakal-kantongi-dana-ipo-rp703-miliar-NhGtpp4Wyn.jpg Autopedia Melantai di Bursa (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil online dan penyedia data harga mobil dan motor, menangkap peluang dari prospek bisnis kendaraan bekas dengan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Langkah ini merupakan komitmen perseroan untuk mengembangkan ekosistem jual beli kendaraan bekas yang terintegrasi setelah resmi mendapatkan surat izin Pra-Efektif dan izin publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2021.

Dalam proses IPO, perseroan akan melepaskan 20% dari modal yang ditempatkan.

Baca Juga: Saham Adaro Minerals (ADMR) Melesat 35% di Perdagangan Perdana

Presiden Direktur Autopedia Sukses Jany Candra selaku mengungkapkan, momen ini akan menjadi pondasi utama dalam mengembangkan O2O business model untuk jual beli kendaraan bekas dengan melakukan transformasi teknologi dan digitalisasi lelang otomotif, serta menciptakan ekosistem jual beli mobil bekas yang lebih terintegrasi.

“IPO saat ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menangkap peluang bisnis kendaraan bekas yang masih terfragmentasi di Indonesia. Sehingga, perseroan hadir untuk mengembangkan wadah baik untuk bisnis lelang maupun jual beli kendaraan bekas untuk penjual dan pembeli melalui platform JBA Indonesia dan Caroline.id,” kata Jany dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga: Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Melantai di Bursa Pagi Ini, Bidik Rp604 Miliar

Sebagai informasi, berdasarkan Prospektus Ringkas yang telah diterbitkan, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya sebesar 2.549.271.000 lembar saham atau sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan harga penawaran Rp200 hingga Rp276 per lembar sahamnya. Dari rencana itu, perseroan diperkirakan akan meraup dana Rp509,85 miliar hingga Rp703,59 miliar.

Jany menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari hasil IPO sebagian besar akan digunakan perseroan untuk operasional kegiatan usaha baru yang akan mulai beroperasi secara penuh pada awal tahun 2022, yaitu usaha jual beli kendaraan bekas baik online maupun offline.

Seiring dengan upaya tersebut, perseroan juga akan memperluas jaringan dan meningkatkan inventori kendaraan bekas sebagai upaya untuk memberikan pilihan yang semakin bervariatif lokasi yang lebih terjangkau serta kenyamanan bertransaksi bagi konsumen potensial.

“Hal ini merupakan bukti Perseroan dalam mengembangkan lini bisnisnya di masa depan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini