Share

Saham Adaro Minerals (ADMR) Melesat 35% di Perdagangan Perdana

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 278 2526543 saham-adaro-minerals-admr-melesat-35-di-perdagangan-perdana-5bvCGkMVCB.jpg Adaro Minerals Indonesia IPO hari ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga saham PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) melesat pada perdagangan perdananya, Senin (3/1/2022). ADMR resmi melakukan IPO pagi ini dengan oversubscribed 179 kali.

Anak usaha Adaro Energy (ADRO) tersebut terpantau langsung menguat 35 poin atau 35,00% di level Rp135 dari Rp100 saat bel pembukaan perdagangan dimulai. Hingga pukul 09:30 WIB, ADRO masih bertahan di area tersebut dengan transaksi sebanyak 96,6 juta lembar saham senilai Rp10,6 miliar.

Baca Juga: Diburu Investor, Penawaran Saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Oversubscribed 179 Kali

Namun, investor asing terpantau melakukan aksi jual ADMR akumulatif sebanyak Rp6,49 miliar di seluruh pasar.

Sebagai catatan, Adaro Minerals menerbitkan sekitar 6.048.580.000 saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Baca Juga: Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Melantai di Bursa Pagi Ini, Bidik Rp604 Miliar

Berdasarkan prospektusnya, perseroan menetapkan harga perdana Rp100 per saham. Dengan demikian, perseroan diperkirakan bakal meraup dana segar mencapai Rp604,86 miliar.

ADMR merupakan Perseroan yang bergerak di pertambangan batu bara metalurgi melalui Perusahaan Anak, jasa pertambangan dan konsultasi manajemen.

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan dan Perusahaan Anaknya didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dari tambang hingga ke stockpile dan transshipment area.

Dalam menjalankan kegiatan usaha pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi tersebut, masing-masing dari 5 Perusahaan Anak mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dengan total luas 146.579 hektar.

Pada tahun 2020, entitas anak perseroan memproduksi batu bara sebesar 1,88 juta ton, atau 70% di atas produksi pada tahun 2019 yang mencapai 1,1 juta ton.

Seluruh batu bara yang diproduksi pada tahun 2020 merupakan batu bara metalurgi jenis Hard Coking Coal (HCC) dari konsesi Maruwai yang memulai produksi pada tahun 2019. Per tanggal 31 Agustus 2021, keseluruhan konsesi PKP2B tersebut memiliki sumber daya sebesar 980,0 juta ton dan cadangan sebesar 170,7 juta ton batubara metalurgi yang berkualitas tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini