Share

Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Melantai di Bursa Pagi Ini, Bidik Rp604 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 278 2526476 adaro-minerals-indonesia-admr-melantai-di-bursa-pagi-ini-bidik-rp604-miliar-R66S5yD9ba.jpg Adaro Minerals Indonesia IPO hari ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Emiten dengan kode saham ADMR ini menjadi perusahaan tercatat pertama di BEI pada tahun 2022 ini.

Mengutip laman e-IPO, Senin (3/1/2022), Adaro Minerals merupakan Perseroan yang bergerak di pertambangan batu bara metalurgi melalui Perusahaan Anak, jasa pertambangan dan konsultasi manajemen.

Baca Juga: IHSG Awal Tahun Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan Hari Ini

Adaro Minerals merupakan perusahaan di bawah naungan PT Adaro Energy Tbk. Dalam menjalankan usahanya, Perseroan dan Perusahaan Anaknya didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dari tambang hingga ke stockpile dan transshipment area.

Dalam menjalankan kegiatan usaha pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi tersebut, masing-masing dari 5 Perusahaan Anak mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dengan total luas 146.579 hektar.

Baca Juga: Aktivitas BEI Sepanjang 2021 dari IHSG sampai Emiten Baru, Berikut Fakta-Fakta Menariknya

Pada tahun 2020, Perusahaan Anak memproduksi batu bara sebesar 1,88 juta ton, atau 70% di atas produksi pada tahun 2019 yang mencapai 1,1 juta ton. Seluruh batu bara yang diproduksi pada tahun 2020 merupakan batu bara metalurgi jenis Hard Coking Coal (HCC) dari konsesi Maruwai yang memulai produksi pada tahun 2019.

Per tanggal 31 Agustus 2021, keseluruhan konsesi PKP2B tersebut memiliki sumber daya sebesar 980,0 juta ton dan cadangan sebesar 170,7 juta ton batubara metalurgi yang berkualitas tinggi.

Khusus untuk tambang PT Maruwai Coal (MC) yang saat ini aktif, estimasi sumber daya dan cadangan menggunakan data topography 25 Mei 2021. Kelima konsesi PKP2B tersebut merupakan bagian dari cekungan Kutei Atas (Upper Kutei Basin), yang memiliki endapan batubara metalurgi yang merupakan salah satu area greenfields terbesar secara global.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Adaro Minerals menetapkan harga penawaran Rp100 per saham. Harga ini merupakan batas bawah rentang harga penawaran awal antara Rp100 - Rp125 per saham.

ADMR akan melepas 6,05 miliar saham atau setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Artinya, Adaro Minerals akan meraup dana IPO Rp604,86 miliar. ADMR menggandeng PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin emisi efek.

Mengutip prospektus, Adaro Minerals akan menggunakan sekitar 60% dana hasil IPO untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak, yaitu Maruwai Coal (MC), untuk keperluan belanja modal berupa perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batubara serta infrastruktur pendukung. Hal ini seiring dengan meningkatnya produksi batubara dan biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu tahun 2022 sampai dengan 2023.

Sisanya akan digunakan oleh ADMR untuk membayar kembali sebagian pokok atas pinjaman ADMR dari ADRO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini