Share

Melantai di Bursa, Harga Saham Semacom Integrated (SEMA) Meroket 34%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 278 2529770 melantai-di-bursa-harga-saham-semacom-integrated-sema-meroket-34-7HDhDSCEC4.jpg Harga Saham SEMA Meroket (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) meroket pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Resmi melantai di BEI, harga saham SEMA menguat 62 poin atau 34,44% di Rp242 dari harga perdananya Rp180.

Investor mengeksekusi 7,63 juta lembar saham senilai Rp1,85 miliar. Pemilik market caps sebesar Rp325,97 miliar ini diketahui menawarkan 3,47 juta lot saham atau 347 juta saham baru yang setara 25,76% dari modal disetor setelah IPO.

Memakai harga pelaksanaan Rp180 per lembar saham, pencapaian dana penawaran umum diperkirakan mencapai Rp62,46 miliar.

Baca Juga: Resmi IPO, Semacom Integrated (SEMA) Optimalkan Bisnis Energi Terbarukan

Direktur Utama Semacom Rudi Hartono Intan mengumumkan saham produsen panel listrik itu banyak diburu investor dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 40x. Nilai oversubscribe tersebut merupakan hasil porsi pooling e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI).

โ€œMinat, apresiasi, sekaligus kepercayaan pelaku pasar dan investor dalam pemesanan IPO itu menjadi modal kami menjadi lebih baik lagi setelah listing nanti dan turut membangun pasar modal Indonesia," katanya dalam siaran resmi, Jumat (7/1/2022).

Manajemen Semacom menyatakan akan menggunakan dana IPO untuk meningkatkan kinerja seperti untuk membeli persedian, biaya research & development, serta biaya pemasaran dan promosi.

Rudi menyatakan optimis bisnis SEMA ke depan akan semakin berkembang seiring dengan komitmen pemerintah yang ingin mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif. Terlebih Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi sumber EBT sangat melimpah.

"Dengan mempertimbangkan potensi bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan, kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya," kata Rudi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini