Share

Dolar AS Menguat, Suku Bunga Fed Diperkirakan Naik Empat Kali

Antara, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 278 2530272 dolar-as-menguat-suku-bunga-fed-diperkirakan-naik-empat-kali-jYocIXKgTq.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin. Dolar menguat didorong data ketenagakerjaan dan perkiraan tentang seberapa cepat Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,2% pada 95,993. Indeks dolar tetap mendekati level tertinggi 16-bulan yang disentuh pada akhir November.

Dolar didukung laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan pasar kerja AS mendekati lapangan kerja maksimum.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Kenaikan Suku Bunga Fed Masih Jadi Sorotan

"Sejumlah perusahaan keuangan merevisi perkiraan Fed mereka setelah laporan NFP (nonfarm payrolls) pada Jumat," Kepala Valas Global Jefferies, Brad Bechtel, dikutip dari Antara, Selasa (11/1/2022).

"Dengan tingkat pengangguran di bawah 4,0%, The Fed mungkin dapat menyatakan pekerjaan mereka tentang ketenagakerjaan 'selesai' yang memang membuat kami berpotensi untuk periode tapering yang lebih cepat," kata Bechtel.

Goldman Sachs memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga empat kali tahun ini dan memulai proses pengurangan ukuran neracanya secepatnya pada Juli. Bank investasi, yang sebelumnya memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga pada Maret, Juni dan September, sekarang memperkirakan kenaikan lagi pada Desember.

Baca Juga: Dolar AS Memperpanjang Penurunan di Awal Perdagangan 2022

Menurut FedWatch CME, JP Morgan dan Deutsche Bank juga memperkirakan pengetatan agresif kebijakan moneter AS. Pedagang telah memperkirakan peluang 80% kenaikan suku bunga pada Maret,

Imbal hasil obligasi pemerintah yang meningkat ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada Senin (10/1/2022). Hal ini juga mendukung greenback.

Pedagang telah meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga tahun ini setelah risalah bank sentral AS dari pertemuan Desember menyatakan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan dan kemungkinan Fed dapat memotong kepemilikan obligasi lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Investor akan mengamati data inflasi dan kesaksian dari Ketua Fed Jerome Powell dan Gubernur Fed Lael Brainard minggu ini untuk petunjuk waktu dan kecepatan kenaikan suku bunga.

Data inflasi konsumen AS Desember akan dirilis pada Rabu (12/1), dengan indeks harga konsumen (IHK) utama diperkirakan mencapai 7,0% secara tahun-ke-tahun, mendorong kasus suku bunga untuk naik lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Sterling pada Senin (10/1) melemah 0,11% terhadap dolar, bahkan ketika meredanya kekhawatiran tentang dampak buruk dari varian Omicron terhadap ekonomi membantunya naik ke level tertinggi hampir dua tahun terhadap euro.

Di pasar uang kripto, yang telah menghadapi tekanan dari penjualan aset-aset berisiko secara luas pada awal tahun ini, melemah pada Senin (10/1), dengan bitcoin merosot 1,3% pada USD41.346,71.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini