Lifting Migas 2021 Merosot, Masih Bisa Kejar Target 1 Juta Barel?

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531188 lifting-migas-2021-merosot-masih-bisa-kejar-target-1-juta-barel-bKwx1EfEoy.jpeg Lifting migas merosot (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Realisasi lifting minyak dan gas bumi tahun 2021 merosot jika dibandingkan dengan capaian 2020. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencatat, lifting minyak bumi pada 2021 mencapai 660 ribu barel per hari, turun dibanding tahun 2020 yang mencapai 707 ribu barel per hari.

"Untuk lifting gas bumi pada 2021 mencapai 982 mboepd, turun dibandingkan tahun 2020 sebesar 983 mboepd," ujar Arifin dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: RI Bentuk Tim Khusus demi Capai Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari

Lanjutnya, untuk tahun depan, pihaknya menargetkan lifting minyak mencapai 703 ribu barel per hari dan gas bumi mencapai 1.036 mboepd.

Tentunya, lifting migas tahun 2022 nanti sangat mempengaruhi target lifting minyak 1 juta barel per hari di tahun 2030. Pihaknya akan melakukan eksplorasi potensi cadangan migas dengan masif serta menyiapkan lelang wilayah.

"Kita laksanakan roadmap ini untuk mengoptimalisasi dan recovery migas ini," ujarnya.

Baca Juga: Target Produksi Minyak 1 Juta Barel, Ini Tantangan Industri Asuransi Migas

Sebelumnya, Kementerian ESDM memasang target produksi minyak mentah dapat mencapai 1 juta barel minyak per hari (BOPD) pada 2030. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dengan berbagai persiapan yang dilakukan serta kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, target tersebut bukanlah tidak mungkin untuk dicapai. Menurut dia, Indonesia masih banyak potensi cekungan yang belum dieksplorasi.

"Saya kira ini bukan menjadi hal yang tidak mungkin. Pada prinsipnya bisa dikejar, bisa meningkat dan bisa tercapai karena kita masih punya waktu yang cukup panjang. Kita masih punya banyak cekungan yang masih belum dieksplorasi," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (8/6/2021).

Dia melanjutkan, kegiatan pengeboran, kegiatan workover dan well services juga tetap perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan lifting migas. Di sisi lain, kegiatan eksplorasi harus bisa terus ditingkatkan. Tanpa adanya kegiatan eksplorasi maka akan sulit mencapai target tersebut mengingat lapangan migas yang dimiliki saat ini sudah tua.

"Kegiatan seismik juga untuk menentukan area-area baru harus terus harus dipanjangkan lagi dengan teknologi yang tinggi," ungkapnya.

Mamit menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih fleksibel kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar mereka mau berinvestasi secara maksimal dalam mengejar target tersebut. Menurut dia, kebijakan maupun insentif dari sektor keuangan tetap diperlukan selain menunggu kepastian hukum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini