Share

Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000, Ini Hitung-hitungannya

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531268 tarif-krl-bakal-naik-jadi-rp5-000-ini-hitung-hitungannya-O60nvZTyA1.jpg Tarif KRL Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) disusulkan naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 pada April 2022 mendatang untuk perjalanan 25 Km pertama.

Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar mengatakan bahwa setidaknya ada 4 hal yang melatarbelakangi kenaikan tarif tersebut, pertama tarif KRL yang sudah 5 tahun tidak mengalami kenaikan.

Kedua tingkat inflasi yang berpengaruh kepada biaya pengoperasian KRL Jabodetabek, Ketiga Peningkatan Anggaran kebutuhan kewajiban pelayanan publik (PSO) terhadap penyelenggaraan pengoperasian KRL Jabodetabek tahun. Ke empat memperhitungkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Baca Juga: Siap-Siap! Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000

Adapun kenaikan tarif sebesar Rp5.000 merupakan hitung-hitungan antara ATP (Ability to Pay) atau Kemampuan Membayar dan WTP (Willingnes to Pay) atau kesediaan pengguna untuk membayar. Angka WTP didapat dari metode survey langsung menanya kepada para pengguna KRL.

Sedangkan angka ATP merupakan hasil kalkulasi dari 10% UMP (Upah Minimum Kota) dibagi dengan jumlah hari kerja yang digenelarisir 26 hari kerja PP (pulang pergi).

"Untuk menetapkan besaran tarifnya pemerintah akan melihat ATP dan juga WTP atau tingkat kemauan membayar masyarakat," ujar Arief pada diskusi publik secara virtual, Rabu (12/1/2022).

Minsalnya seperti Bogor yang menunjukan angka rata-rata ATP Rp8.572 dan WTP Rp6.000, Bekasi memiliki ATP Rp9.327 dan WTP 4.000, Serpong memiliki ATP Rp7.439 dan WTP Rp4.000, Sedangkan Tanggerang mempunyai ATP Rp8.606 dan WTP Rp4.500.

Baca Juga: Usai Libur Natal, Pengguna KRL Turun 3%

"Selanjutnya jika dirata-rata semua lintas, maka mendapat angka ATP yaitu Rp8.468 dan dan rata-rata WTP Rp.4.625," sambungnya.

Total responden semua lintas (Bogor, Bekasi, Serpong dan Tanggerang) adalah 6.841 orang. Terdiri dari responden pria 51% (3.577 orang) dan Wanita sebesar 49% (3.364 orang).

Sedangkan komposisi responden adalah pekerja sebesar 53%, produktif lain (sektor informal) 23%, serta pengguna untuk wisata dan rekreasi sebanyak 8%, dan 18% untuk keperluan lain.

"Dari hasil survey tadi, sebenarnya masih dalam tahap diskusi, bahwa kita akan mengusulkan penyesuaian tarif sebesar Rp2.000 untuk 25 Km pertama, jadi kalau semula Rp3.000 nanti akan dinaikan menjadi Rp5.000, per 10 Km selanjutnya naik Rp.1000," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini