Share

Perusahaan Migas AS Diprediksi Tinggalkan Indonesia Tahun Ini

Athika Rahma, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 320 2532727 perusahaan-migas-as-diprediksi-tinggalkan-indonesia-tahun-ini-0TbiYCC8t7.jpg Migas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memperkirakan, banyak perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat (AS) yang akan hengkang dari Indonesia. Hal ini dikarenakan, aksi meger dan akusisi perusahaan migas dunia akan banyak terjadi pada 2022,.

"Akan banyak merger dan akuisisi di 2022 dan adanya eksplorasi kontinu," ujar Arcandra dalam PGN Energy and Economic Outlook 2022, dikutip Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Kejar Target Migas 2022, Menteri ESDM Mau Ngapain?

Adapun, faktor yang membuat perusahaan tersebut melakukan merger dan akuisisi adalah aset konsolidasi. "Sehingga banyak aset yang dijual, on sale tidak hanya di Indonesia, tapi negara lain," jelasnya.

Upaya konsolidasi ini, lanjut Arcandra, dilakukan karena AS ingin merambah ke bisnis yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan seperti Exxon Mobile, Chevron, ConocoPhilips akan memulai merambah ke bisnis berbasis energi terbarukan.

Baca Juga: Dwi Soetjipto: Capai Target Produksi Migas 2022 Tak Bisa dengan Langkah Biasa

Apalagi, pendanaan investasi yang untuk proyek yang berbasiskan bahan bakar fosil sudah mulai sulit didapat. Negara-negara juga sedang fokus membayar utang dan dividen yang lebih tinggi.

"Di Eropa, strateginya lebih diversifikasi usaha, sementara Amerika lebih ke dekarbonisasi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini