Share

Pengembangan Usaha, Dian Swastatika (DSSA) Kantongi Pinjaman USD150 Juta

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 278 2537557 pengembangan-usaha-dian-swastatika-dssa-kantongi-pinjaman-usd150-juta-JKZWBQdRjB.jpg Dian Swastika Sentosa kantongi pinjaman (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menandatangani perjanjian fasiltias pinjaman berjangka dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) dengan plafon mencapai USD150 juta. Pinjaman berjangka waktu 60 bulan tersebut dijamin dengan aset perseroan. Dana pinjaman tersebut nantinya digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan anak usaha.

Baca Juga: Investor! Dian Swastika Bakal Stock Split Saham 1:10

Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Susan Chandra mengatakan, fasiltias pinjaman tersebut mengakibatkan rasio utang terhadap ekuitas perseroan meingkat menjadi sekitar 8%. Sebelumnya, Grup Sinarmas, Dian Swastatika melalui entitas anak usahanya, Stanmore SMC Holdings Pty Ltd mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar USD625 juta dari beberapa lembaga pembiayaan. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk mendanai rencana akuisisi seluruh saham Dampier Coal (Queensland) Pty Ltd.

Baca Juga: Dian Swastatika (DSSA) Gelontokan Rp19,1 Triliun Akuisisi Tambang Batu Bara di Australia

Sebelumnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk melalui anak usahanya Golden Energy and Resources Limited (GEAR) mengakuisisi 80% saham BHP Mitsui Coal Pty Ldt (BMC) dengan nilai transaksi mencapai USD1,35 miliar atau setara dengan Rp19,17 triliun dengan asumsi kurs Rp14.200 per dollar AS.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Disebutkan, pembayaran atas rencana transaksi senilai USD1,35 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kombinasi pendanaan internal dan eksternal.

”Adapun ketentuan pembayarannya yakni USD1,1 miliar jatuh tempo saat penyelesaian rencana transaksi, USD100 juta jatuh tempo enam bulan setelah penyelesaian rencana transaksi, dan hingga maksimum USD150 juta berdasarkan mekanisme bagi hasil atas pendapatan jika harga jual rata-rata berada di atas ambang tertentu selama periode dua tahun, jatuh tempo dalam waktu tiga bulan setelah akhir periode pengujian yang diperkirakan tahun 2024,”ucap Susan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini