Share

Mengenal Mansa Musa, Orang Terkaya Sepanjang Masa! Ini Hartanya Sang Raja Emas

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 455 2537593 mengenal-mansa-musa-orang-terkaya-sepanjang-masa-ini-hartanya-sang-raja-emas-Y5IxLe6Lmc.jpg Mansa Musa orang paling kaya sepanjang masa (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA Mansa Musa adalah orang terkaya sepanjang masa. Dia adalah penguasa Afrika Barat di abad ke-14 yang amat sangat kaya sampai-sampai saking dermawannya, sedekah yang ia berikan menghancurkan perekonomian.

Bahkan kekayaan Mansa Musa tidak bisa ditandingi oleh Elon Musk dan Jeff Bezos yang keduanya menguasai daftar orang terkaya di dunia.

"Jumlah kekayaan Musa jika dihitung di masa kini sungguh luar biasa sampai-sampai hampir mustahil untuk benar-benar memahami betapa kaya dan berkuasanya ia saat itu," ungkap Rudolph Butch Ware, guru besar sejarah di Universitas California dilansir dari BBC, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Bisa Bayar Utang Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Punya 'Orang Terkaya' Berharta Rp11.000 Triliun

Lalu siapa Mansa Musa sebenarnya?

Penulis tentang Raja Afrika Jacob Davidson bahkan menyebut Mansa Musa lebih kaya daripada apa yang orang bayangkan. Pada tahun 2012, situs web AS Celebrity Net Worth memperkirakan jumlah kekayaan Musa berada di angka US$400 miliar atau sekitar Rp5,72 kuadriliun, namun sejarawan ekonomi satu suara bahwa kekayaannya tak mungkin diejawantahkan ke dalam angka.

Mansa Musa adalah raja emas. Mansa Musa lahir tahun 1280 di keluarga para penguasa. Saudara laki-lakinya, Mansa Abu-Bakr, memerintah kerajaan mereka hingga tahun 1312, ketika ia turun takhta untuk pergi dalam sebuah ekspedisi.

Baca Juga: Sumber Kekayaan James Prananto, Pemilik Warung Kopi Berstatus Unicorn

Menurut sejarawan Suriah abad ke-14, Shibab al-Umari, Abu-Bakr terobsesi dengan Samudera Atlantik dan segala sesuatu yang ada di baliknya.

Ia dikabarkan berangkat dalam sebuah ekspedisi dengan armada sebanyak 2.000 kapal serta ribuan pria, perempuan, dan budak. Mereka pergi berlayar, namun tak pernah kembali.

Beberapa sejarawan, seperti mendiang sejarawan Amerika Ivan Van Sertima, berasumsi bahwa rombongan Abu-Bakr berhasil mencapai Amerika Selatan. Namun tak ada bukti yang mendukung asumsi tersebut.

Bagaimana pun, akhirnya Mansa Musa lah yang mewarisi takhta yang ditinggalkan sang saudara laki-laki. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Mali berkembang pesat. Ia berhasil menguasai 24 kota baru, termasuk Timbuktu.

Kerajaan tersebut membentang sepanjang 3.128 kilometer, dari Samudera Atlantik hingga daerah yang kini merupakan Niger, termasuk kawasan-kawasan yang kini menjadi Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Republik Guinea, dan Pantai Gading.

Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, sumber daya alam yang dimiliki Kerajaan Mali pun sangat besar, termasuk emas dan garam.

Pada masa kekuasaan Mansa Musa, Kerajaan Mali memiliki hampir separuh jumlah emas yang beredar di kawasan Dunia Lama - negeri-negeri di Afrika, Asia dan Eropa - menurut British Museum.

Dan semuanya milik sang raja.

"Sebagai penguasa, Mansa Musa punya akses yang hampir tidak terbatas terhadap sumber-sumber kekayaan paling bernilai pada abad pertengahan," ujar Kathleen Bickford Berzock, yang merupakan spesialis seni Afrika di Block Museum of Art di Universitas Northwestern, kepada BBC.

"Pusat-pusat perdagangan besar yang menggunakan emas dan komoditas lain sebagai alat tukar juga berada di daerah kekuasaannya, dan ia memperoleh kekayaannya dari aktivitas perdagangan tersebut," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini