Share

Ada MotoGP hingga G20, Pengusaha PrediksI Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5% Tahun Ini

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2538211 ada-motogp-hingga-g20-pengusaha-prediksi-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-5-tahun-ini-RL5RkcseoY.jpg Ketua Hipmi (Foto: MPI)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia menunjukkan geliat pemulihan ekonomi yang cukup positif di awal 2022, meski memang secara bertahap dan belum merata di semua sektor

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengapresiasi kebijakan rem dan gas yang dilakukan oleh Pemerintah. Bagaimanapun, Covid-19 masih ada dan harus tetap waspada.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming menyebut meski begitu, roda perekonomian juga harus tetap berjalan. Menurutnya, tahun 2021 adalah tahun yang penuh tantangan.

Namun, ekonomi Indonesia berhasil pulih dan keluar dari resesi ekonomi, serta kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Baca Juga: Pengusaha Taruh Harapan Besar di MotoGP Mandalika dan Presidensi G20

"Di tahun 2022, kita menjaga optimisme bahwa pemulihan ekonomi akan semakin on the track seiring dengan berbagai sektor ekonomi yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa kembali ke 5%. Memang kondisi tidak mudah tapi pengusaha muda harus berjuang membawa perubahan," ujar Maming, saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022, di Financial Hall CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Namun, kata dia, masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai dan dihadapi, yaitu ketidakpastian pandemi Covid-19 dengan varian-varian baru Covid-19 yang terus bermunculan harus diwaspadai agar tidak merusak momentum kebangkitan ekonomi.

Kemudian, kebijakan-kebijakan di dunia, terutama tapering off dan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Sentral AS, The Fed yang bisa menyebabkan capital outflow dan bisa melemahkan nilai tukar rupiah.

"Selain itu, perkembangan harga komoditas dunia, disrupsi rantai pasok global, spill-over efek dari masalah utang raksasa seperti Tiongkok, dan Evergrande yang mencapai US$ 300 miliar akan lebih terasa tahun ini. Kondisi ini perlu jadi bahan antisipasi," ucapnya.

Baca Juga: Pengusaha Harus Punya Mental Pejuang Hadapi Tantangan di 2022

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu melanjutkan, ada beberapa momentum yang menjadi peluang untuk semakin memantapkan pemulihan ekonomi. Selain indikator-indikator ekonomi dalam negeri yang membaik, beberapa event internasional akan digelar di Indonesia tahun ini.

"Pertama, MotoGP pada Maret 2022 di Mandalika, Presidensi G20 yang dilaksanakan pada awal Desember 2021 sampai dengan November 2022 dengan agenda 157 pertemuan. Keduanya merupakan event dunia yang dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Ini harus jadi momentum kebangkita pariwisata di Indoenesia. Kita dorong ekonomi kreatif dan UMKM bisa menggeliat," ungkapnya.

Selain itu, Maming menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi harus dikelola dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Ia menyampaikan perlunya membangun kolaborasi swasta dan pemerintahan untuk Indonesia Maju.

"Prinsipnya kolaborasi, menteri dari keluarga besar HIPMI ada di BUMN, Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Presiden juga dari keluarha besar HIPMI, kuncinya kolaborasi perkuat ekonomi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini