Share

Kisah Wanita Cantik Sukses Budidaya Jamur Tiram, Untung Jutaan Rupiah

Muhammad Fathurahman, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 455 2540960 kisah-wanita-cantik-sukses-budidaya-jamur-tiram-untung-jutaan-rupiah-wWgOwMB0X0.jpg Kisah Sukses Budidaya Jamur Tiram (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA – Membangkitkan UMKM, perempuan cantik asal Madura sukses budidaya jamur tiram. Dia bahkan dapat menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.

Meski masih kuliah, Devi Andhina Firdiani usia 23 tahun warga Jalan Pahlawan Gang 1 Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sukses budidaya jamur tiram di rumahnya.

Mahasiswi semester 8 di Universitas Malang Jurusan Agro Bisnis ini mulai budidaya jamur pada bulan April 2021 ketika kuliahnya masih daring.

“Mulai April 2021 karena kuliah daring terus jadi saya mau bisnis apa yang masih belum di Kabupaten Sampang dan sekiranya banyak peminatnya dan pembeli. Dan ayah suruh budidaya jamur karena ayah punya temen pemilik jamur,” ujar Devi, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga: Tak Hanya Jadi Limbah, Bisnis Unik Keripik Kulit Kentang Bikin Untung

Berkat kerja keras, ilmu yang dimiliki dari kuliah dan dukungan kedua orang tuanya, kini budidayanya sudah memiliki banyak pembeli.

Pesanan jamur tiramnya juga telah tersebar di luar daerah Sampang, seperti Kabupaten Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, hingga ke Surabaya.

Nantinya para pembeli akan mengolah jamur tiram tersebut menjadi berbagai macam olahan. Dan menurut Eki Wahyudi salah satu pelanggan mengaku, jamur tiram Devi dinilai segar.

“Jamurnya seger-seger dan murah jamurnya banyak yang datang dan sebagian tidak kebagian karena banyaknya permintaan untuk di buat olahan lainya,” ungkap Eki.

Setiap harinya Devi bisa memanen 10 kilogram sampai 30 kilogram jamur tiram. Dia menjual jamur tiramnya dengan harga Rp10.000/kg. Dengan begitu, Devi dapat meraup pendapatan sekitar Rp3 juta – Rp5 juta per bulan.

Karena ramainya pembeli, Devi juga harus mengatur jadwal kuliah dengan budidaya jamur miliknya. Setiap hari mahasiswi Universitas Malang hanya mempersiapkan pembibitan baglog yang sudah siap dan tersusun.

Dalam proses pembibitan harus berada di ruangan lingkungan yang lembab dan tidak boleh terkena paparan matahari. Dalam proses pembibitan hanya dilakukan air satu kali penyemprotan.

Apabila penutupan baglog sudah tertutup sempurna dengan miselium, selama satu pekan jamur sudah mulai tumbuh dengan sempurna dan siap panen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini