Share

Fenomena Pent Up Demand Pendorong Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 320 2543887 fenomena-pent-up-demand-pendorong-kebangkitan-ekonomi-indonesia-jRGGUaKVaA.jpg Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 terjadi kenaikan permintaan secara drastis atau fenomena “pent up demand” konsumsi masyarakat yang diikuti peningkatan aktivitas investasi. Hal tersebut menjadi keberhasilan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.

“Penyebaran varian Delta yang berhasil dikendalikan dengan cepat dan efektif mampu mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga tumbuh 3,55% (yoy) di triwulan IV/2021,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Secara keseluruhan, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh progresif sebesar 2,02% pada tahun 2021, setelah terkontraksi 2,63% di tahun 2020. Sementara, aktivitas investasi yang sempat tertahan juga kembali meningkat mencapai 4,49% pada triwulan IV/2021.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2021, Diawali Minus tapi Tumbuh 3,69% di Babak Akhir

“Keberlanjutan Program Strategis Nasional dan belanja modal pemerintah, serta mulai membaiknya kinerja investasi sektor swasta menjadi penopang perbaikan laju pertumbuhan investasi pada triwulan IV,” kata Febrio.

Pemulihan ekonomi yang semakin kuat terlihat dari perbaikan kinerja investasi yang kembali tumbuh positif sebesar 3,80%. Konsumsi pemerintah tumbuh 5,25% (yoy) di triwulan IV atau 4,17% secara keseluruhan 2021.

“Sejalan dengan peningkatan realisasi belanja negara, khususnya terkait akselerasi program vaksinasi, keberlanjutan program perlindungan sosial, serta pelaksanaan layanan publik pemerintah,” ujar Febrio.

Baca Juga: Ekonomi RI 2021 Tumbuh 3,69%, Bagaimana dengan Tahun Ini?

Adapun ekspor mencatatkan pertumbuhan tinggi pada triwulan IV sebesar 29,83% (yoy). Kinerja impor tumbuh mencapai 29,6% (yoy) didominasi importasi barang modal dan bahan baku yang mencerminkan peningkatan aktivitas produksi domestik pada periode selanjutnya. Secara keseluruhan tahun 2021, kinerja ekspor dan impor barang dan jasa tumbuh tinggi masing-masing sebesar 24,04% dan 23,31%.

“Laju pemulihan ekonomi global menjadi faktor utama yang menjaga kinerja ekspor Indonesia, terutama bersumber dari ekspor nonmigas, seperti olahan CPO, kendaraan bermotor, dan mesin,” ungkap Febrio.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang berkontribusi paling besar terhadap ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,92% (yoy) pada triwulan IV atau 3,39% secara tahunan di 2021.

“Peningkatan permintaan ekspor yang tinggi serta permintaan dalam negeri yang mulai pulih menjadi fondasi penting yang mendorong pemulihan sektor ini,” lanjutnya.

Ekspansi sektor manufaktur juga masih terus meningkat, dilihat dari indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) yang terus naik dari 53,5 pada Desember 2021 menjadi 53,7 pada Januari 2022.

“Pemulihan sektor manufaktur yang berkesinambungan ini diharapkan memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih besar dan berkualitas,” pungkas Febrio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini