Share

Pendapatan Itama Ranoraya (IRRA) Rp1,32 Triliun di 2021, Meroket 134%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 09 Februari 2022 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 278 2544430 pendapatan-itama-ranoraya-irra-rp1-32-triliun-di-2021-meroket-134-khORHe9cjp.jpg Pendapatan Itama Ranoraya Sepanjang 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) membukukan pendapatan sepanjang 2021 sebesar Rp1,32 triliun (Unaudited) atau meningkat 134% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebesar Rp563,9 miliar.

Kontribusi terbesar emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) ini disumbang penjualan untuk segmen non-pemerintah dengan penjualan sebesar Rp663,8 miliar atau tumbuh 247% YoY, sementara penjualan untuk segmen pemerintah tumbuh 76% YoY atau menjadi Rp655,1 miliar. Dengan hasil tersebut, porsi penjualan non-pemerintah terhadap total pendapatan meningkat dari 34% di tahun 2020 menjadi 50,3% di tahun 2021.

Baca Juga: Emiten Farmasi Siapkan Jarum Suntik Vaksin Covid-19

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, raihan pendapatan IRRA di sepanjang tahun 2021 diatas dari target pertumbuhan yang ditetapkan yaitu 80%-100%. Keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan kami dalam memperbesar pasar segmen non-pemerintah baik itu korporasi maupun ritel.

"Porsi penjualan non-pemerintah menjadi paling besar yaitu 50,3%, padahal di tahun 2020 masih hanya sebesar 34% dan tahun 2019 dibawah 30%. Kami terus menambah jaringan distribusi kami menjadi 123 sub distributor di sepanjang tahun 2021 atau bertambah 111 sub distributor, alhasil terjadi peningkatan jumlah customer yang signifikan sebesar 140% menjadi sebanyak 1.137 customer,” ujar Heru dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (9/2/2022).

Distribusi pendapatan juga mengalami perbaikan, jika di tahun 2020 kuartal I dan kuartal II hanya berkontribusi 14% terhadap total pendapatan setahun.

Baca Juga: IPO, Itama Ranoraya Patok Harga Saham Rp50

Pada tahun 2021, pendapatan kuartal I dan kuartal II sudah mencapai 43%. Perbaikan distribusi ini juga merupakan dampak dari kenaikan penjualan ke non-pemerintah.

Berdasarkan produk, penjualan rapid test Covid di sepanjang tahun 2021 menyumbang 71% terhadap total pendapatan atau mencapai Rp939 miliar. Sebanyak 51% penjualan rapid test Covid berasal dari penjualan untuk non-pemerintah yaitu korporasi dan ritel, sisanya sebesar 49% berasal dari pemerintah. Sementara untuk penjualan produk Auto Disable Syringe (ADS) Oneject mencapai 11%, Abbott Reagent sebesar 10%, Mesin Aphresis (Blood & Cell Therapy) sebesar 3%.

Selain ekspansi jaringan, Perseroan juga terus menambah portofolio produknya. Di tahun 2021, Perseroan memiliki produk baru seperti imunomodulator Avimax, Alat penyimpan Vaksin yang telah memiliki standar WHO milik Vestfrost perusahaan asal Swedia, Produk BD Bard milik Becton Dickinson yang merupakan balon pembuluh darah yang diperlukan untuk penyakit-penyakit yang mengalami penyumbatan darah, dan produk Rapid test non-Covid seperti Rapid test untuk menskrining penyakit menular lainnya seperti HIV, Sifilis, HBsag, HCV, Hepatitis, DBD, Salmonella, Malaria dan penyakit menular lainnya. Meskipun baru dipasarkan di semester II tahun ini, namun dari nilai penjualan Rapid Test Non-Covid sudah berkontribusi 4%.

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya, Hendry Herman menjelaskan dari beberapa produk baru perseroan di tahun ini, produk Rapid test non-Covid merupakan produk baru yang paling tinggi penjualannya.

“Penerimaan pasar terhadap produk Rapid Test Non Covid sangat baik, dengan realisasi angka penjualan 5 juta unit di 6 bulan pertamanya membuat kami optimis menjadi penopang laju pertumbuhan kami di segmen produk diagnostic in vitro kedepannya", jelas Hendry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini