Share

MNC Energy Investments (IATA) Segera Rights Issue

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 278 2545239 mnc-energy-investments-iata-segera-rights-issue-KFYTNcOrc5.png MNC Energy Investments (IATA) Berencana Rights Issue. (Foto: Okezone.com/IATA)

JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk resmi berganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk. Emiten dengan kode saham IATA ini berencana right issue dalam waktu dekat.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, rights issue merupakan bagian dari akuisisi 99,33% saham PT PT Bhakti Coal Resources BCR dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).

Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Harap IATA Jadi Perusahaan Solid, Besar dan Profitable

Transaksi untuk akuisisi BCR akan menghabiskan dana senilai USD140 juta. Akuisisi itu meliputi dua perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan sudah berproduksi yakni BSPR can PMC, dari total sembilan perusahaan.

"Segera setelah RUPS tadi, IATA akan melakukan rights issue untuk menyelesaikan seluruh rangkaian dari transaksi ini,” kata Hary dalam konferensi pers usai RUPSLB, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga: Rambah Bisnis Batu Bara, Tambang IATA Mulai Produksi 2022

Ke depan, selain menjadikan tambang batu bara sebagai bisnis utama, IATA berencana akan melakukan ekspansi pada bisnis inti ini.

“Produksi batu baranya akan ditingkatkan tahun ini 8 juta ton, tahun depan bisa meningkat lagi, dan bisnisnya akan dikembangkan end to end, termasuk trading, konstruksi, kontraktor, hauling, dan portnya sekalian,” kata Hary.

Hary menuturkan, nilai tersebut hanya memperhitungkan dua perusahaan PT BCR yang saat ini sudah berproduksi. BCR merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batubara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Jadi transaksinya USD 140 juta, yang dinilai itu hanya dua perusahaan BSPC dan BMC, jadi dua IUP yang berproduksi,” kata Hary.

Dua IUP tersebut yakni PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC). Keduanya sudah beroperasi dan aktif menghasilkan batubara dengan kisaran GAR 2.800 – 3.600 kkal/kg.

Dengan total area seluas 9.813 ha, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta MT, sementara PMC memiliki 76,9 juta MT, dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT. Sementara tujuh lainnya, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE), keduanya ditargetkan untuk memulai produksi batu bara dalam tahun ini.

Ditambah lagi, PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Primaraya Energi (PE), dan PT Putra Mandiri Coal (PUMCO) yang sedang disiapkan untuk beroperasi dalam satu atau dua tahun dari sekarang. Tujuh IUP dengan luas 64.191 ha ini memiliki estimasi total sumber daya sebesar lebih dari 1,4 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini