Share

Heboh Tukang Las Kereta Cepat RI dari China, Simak 4 Fakta Mengejutkan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 12 320 2546158 heboh-tukas-las-kereta-cepat-ri-dari-china-simak-4-fakta-mengejutkan-vJaNMz60Im.jfif Heboh tukang las kereta cepat dari China

JAKARTA – Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementeraian PPN/Bappenas, Pungky Sumadi mengungkapkan bahwa pengerjaan mengelas rel kereta cepat Jakarta – Bandung masih membutuhkan tenaga kerja dari China.

"Kami sempat mengunjungi proyek kereta cepat Indonesia Jakarta - Bandung itu awalnya agak membingungkan pada saat kami melihat, misalnya tukang las untuk rel itu ternyata masih harus dari Tiongkok kita datangkan," kata Pungky.

 BACA JUGA:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Setor Pajak Rp5,34 Triliun

Berikut fakta mengejutkan heboh tukang las kereta cepat RI ternyata dari China yang dirangkum di Jakarta, Minggu (13/2/2022).

1. Rel Harus Punya Kualitas yang Tinggi

 

Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementeraian PPN/Bappenas Pungky Sumadi menjelaskan, rel kereta cepat Jakarta - Bandung harus memiliki kualitas yang tinggi dan harus di impor dari China, sehingga pemasangannya pun melibatkan tenaga kerja dari china juga.

"Setelah kami diskusi dengan mereka ternyata rel yang ada itu adalah rel yang kualitasnya sangat tinggi, tingkat kepadatan maupun campuran besinya dan itu belum mampu diproduksi oleh Krakatau Steel misalnya. Panjangnya pun satu batang itu sekitar 50 meter yang kitapun belum pernah bisa membuatnya," ujarnya.

 BACA JUGA:5 Fakta Mengejutkan Tukang Las Kereta Cepat RI dari China

2. SDM Indonesia Belum Memadai

Menurut Pungky untuk saat ini Indonesia sendiri belum memiliki kemampuan dari sisi Sumber Daya Manusia untuk melakukan kegiatan semacam itu.

"Untuk itu membutuhkan teknik pengelasan dan alat-alat yang berkualitas tinggi yang memang belum kita miliki," kata dia.

3. Rasio Perbandingan Tenaga Kerja Asing dan Dalam Negeri

Pungky Sumadi menjelaskan, rasio tenaga kerja asing jika dibandingkan dengan tenaga kerja dalam negeri itu seperti 1:2.800 orang tenaga kerja lokal.

Artinya setiap 2.880 pekerja Indonesia ada satu tenaga kerja asing.

Sedangkan Malaysia - Singapura, rasionya sebesar 1:12 dan 1:2. Artinya, ada satu TKA di setiap 12 pekerja lokal Malaysia dan satu TKA di setiap 2 pekerja warga Singapura. Sementara di Thailand rasionya sebesar 1:17; Australia 1:4; dan Hong Kong 1:3.

4. Mayoritas TKA di RI Ada di Sektor Pekerjaan Teknis

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Suhartono menyebut, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mayoritas TKA yang bekerja di Indonesia menempati sektor pekerjaan teknis (jabatan profesional) seperti untuk pemasangan alat-alat berat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini