Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Survei BI: Penjualan Eceran Januari 2022 Meningkat

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 14 Februari 2022 |13:33 WIB
Survei BI: Penjualan Eceran Januari 2022 Meningkat
Bank Indonesia catat penjualan eceran membaik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran Januari 2022 diprakirakan terus meningkat. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menyampaikan, hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2022 sebesar 211,0.

IPR tumbuh secara tahunan 16,0% (yoy), didorong perbaikan kinerja penjualan eceran seluruh kelompok komoditas, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan tetap tingginya pertumbuhan subkelompok Sandang.

"Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan terkontraksi 2,4% (mtm) pada Januari 2022, terutama pada subkelompok Sandang, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, sejalan dengan pola musiman normalisasi permintaan pascaperayaan HBKN Natal dan Tahun Baru," ungkap Erwin di Jakarta, Senin(14/2/2022).

Sebelumnya pada Desember 2021, kinerja penjualan eceran terindikasi meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Hal itu tercermin dari IPR Desember 2021 yang tercatat sebesar 216,3 atau tumbuh 7,6% (mtm), meningkat dari 2,8% (mtm) pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok, terutama pada subkelompok Sandang dan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, didorong meningkatnya permintaan selama perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru.

"Secara tahunan, penjualan eceran Desember 2021 tumbuh 13,8% (yoy), meningkat dari 10,8% (yoy) pada November 2021. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," terangnya.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Maret dan Juni 2022 menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2022 masing-masing sebesar 129,2 dan 132,0, lebih rendah dari 129,7 dan 140,0 pada bulan sebelumnya.

"Responden menyatakan penurunan harga didorong oleh ketersediaan pasokan barang dan jasa yang memadai, serta distribusi barang yang semakin lancar," pungkas Erwin.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement