Share

Sri Mulyani Sebut RI Habiskan Rp656,3 Triliun demi Pemulihan Ekonomi

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 16 Februari 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548077 sri-mulyani-sebut-ri-habiskan-rp656-3-triliun-demi-pemulihan-ekonomi-VxiQpTYhPN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membanggakan keberhasilan Indonesia dalam pemulihan ekonomi dihadapan para delegasi Presidensi G20. Menurutnya, Indonesia telah melewati masa krisis akibat pandemi COVID-19.

Sri Mulyani mengatakan, keberhasilan tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah mencatat kinerja positif.

Baca Juga: Ekonomi RI akibat Pandemi Covid-19 Pulih Lebih Cepat Dibanding Krisis 1998

"Kebijakan dan instrumen fiskal telah memainkan peran yang penting dalam menyediakan strategi countercyclical selama pandemi. Pada 2021, pemerintah menghabiskan sekitar USD45,9 miliar atau setara Rp656,3 triliun (kurs Rp14.300 per USD) atau 23,6% dari total belanja tahun lalu," ujar Sri dalam webinar Finance Track and Side Event February Series di Jakarta, Rabu(16/2/2022).

Dia menyebutkan, ini untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Sehingga pada 2021 ekonomi Indonesia bisa tumbuh 3,65% setelah kontraksi 2,07% pada 2020.

Baca Juga: Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 23, Korban PHK Bisa Dapat Rp3,5 Juta

Selain itu, pemulihan ekonomi juga terlihat baik dari supply dan demand yang meningkat.

Di sisi lain, kinerja ekspor juga telah memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi didorong pemulihan global.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Pertumbuhan yang kuat juga terjadi pada beberapa sektor seperti manufaktur, perdagangan, dan pertambangan karena kenaikan harga komoditas. Ekonomi Indonesia bahkan telah mencapai dan melewati level prapandemi," jelas Sri.

Dia pun menyebut Indonesia menjadi salah satu dari negara berkembang dengan pemulihan yang cepat. Bahkan, fase pemulihan selama pandemi lebih cepat dibandingkan dengan pengalaman saat krisis moneter yang melanda di periode 1997-1998.

"Bagi kami ini hasil yang baik bagi ekonomi sejalan dengan kebijakan yang kami belajar dari pengalaman kami tetapi juga melalui pengendalian pandemi yang memiliki dampak kompleks dan prospek pemulihan," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini