Share

Harga Minyak Dunia Bervariasi di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Antara, Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 19 320 2549724 harga-minyak-dunia-bervariasi-di-tengah-konflik-rusia-ukraina-p1J162Y2qQ.jfif Harga minyak dunia bervariasi di tengah konflik Rusia-Ukraina. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia beragam pada Sabtu (19/2/2022).

Di mana Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 57 sen atau 0,6 persen, menjadi menetap di 93,54 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret, kehilangan 69 sen atau hampir 0,8 persen, menjadi ditutup di 91,07 dolar AS per barel.

Kemudian, minyak mentah AS menghentikan kenaikan delapan minggu.

 BACA JUGA:Harga Minyak Tertekan Kesepakatan Nuklir Iran, Brent Dibanderol USD92,9/Barel

Hal itu karena prospek peningkatan ekspor minyak Iran melampaui kekhawatiran potensi gangguan pasokan akibat krisis Rusia-Ukraina.

Lalu, pada harga acuan mencapai level tertinggi sejak September 2014 pada Senin (14/2/2022).

Namun, pprospek pelonggaran sanksi minyak terhadap Iran telah membebani pasar.

Brent membukukan kenaikan tipis 0,9 persen dalam kenaikan minggu kesembilan berturut-turut sementara WTI jatuh 1,7 persen minggu ini.

Ini menjadi kekhawatiran atas kemungkinan gangguan pasokan akibat kehadiran militer Rusia di perbatasan Ukraina telah membatasi kerugian minggu ini.

 BACA JUGA:Pengusaha Keripik Tempe Pusing Harga Minyak Goreng dan Kedelai Mahal

Diketahui, Barat juga telah mengancam Rusia, pemasok minyak dan gas utama, dengan sanksi baru jika menyerang Ukraina; Rusia membantah merencanakan serangan apa pun.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan, untuk sanksi apa pun yang mungkin dikenakan pada Rusia oleh Uni Eropa tidak boleh termasuk impor energi.

Dilanjut dengan Presiden AS Joe Biden akan memberikan pembaruan tentang situasi Rusia-Ukraina pada Jumat (18/2/2022) pukul 21.00 GMT.

Lalu, seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan pada Jumat (18/2/2022) bahwa kesepakatan AS-Iran untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia sudah dekat.

Tapi keberhasilannya tergantung pada kemauan politik dari mereka yang terlibat.

Itu merupakan kesepakatan yang terbentuk dengan menjabarkan fase langkah bersama yang membawa kedua belah pihak kembali ke kepatuhan penuh.

Serta yang pertama tidak termasuk keringanan sanksi minyak, kata para diplomat.

Para analis juga menyebut ada sedikit kemungkinan minyak mentah Iran kembali ke pasar dalam waktu dekat untuk mengurangi ketatnya pasokan saat ini, kata para analis.

Itu karena mencerminkan ketatnya pasokan minyak global, keterbelakangan (backwardation) enam bulan untuk minyak mentah Brent mencapai rekor terluas pada Rabu (16/2/2022).

Keterbelakangan adalah struktur pasar ketika kontrak untuk pengiriman jangka pendek dihargai lebih tinggi daripada kontrak untuk bulan-bulan berikutnya.

Lalu, OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia.

Menurut sumber terpercaya, mereka akan bekerja untuk mengintegrasikan Iran ke dalam pakta produksi minyaknya jika Teheran dan kekuatan dunia mencapai kesepakatan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir mereka.

Lalu, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co menjelasakan soal tekanan pada WTI.

Tercatat perusahaan energi AS minggu ini menambahkan empat rig minyak, dengan jumlah rig, indikasi produksi masa depan, naik ke 520, tertinggi sejak April 2020.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini